Simposium Nasional RAPI XII - 2013 FT UMS ISSN 1412-9612 A-86 PENGEMBANGAN KOMUNITAS PEMINAT SEJARAH DAN BUDAYA SEBAGAI UPAYA MEMBANGKITKAN AKTIVITAS DAN KEHIDUPAN DI KOTA TUA JAKARTA Agus S Sadana 1 1 Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Pancasila Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 Telp 021 7864730 Email: sadana_m15@yahoo.com Abstrak Kawasan Kota Tua Jakarta kini kusam dan banyak sendi-sendi kehidupannya yang lenyap. Kawasan kota lama yang dirasa tidak lagi sinkron dengan aktivitas ekonomi masa kini menyebabkan kota lama ditinggalkan penghuninya, dan perekonomian bergeser ke kawasan kota yang lebih baru. Bangkitnya perekonomian di kawasan Kota Tua Jakarta dapat menjadikannya sebagai urban generator penting Kota Jakarta. Arsitektur adalah wujud fisik pembentuk ruang kota, oleh karenanya peninggalan arsitektur tidak boleh dipandang sebagai benda cagar budaya saja. Kehadiran manusia beserta aktivitasnya adalah faktor pengisi yang sangat menentukan tumbuh atau merosotnya kawasan. Aktivitas pariwisata memiliki andil menggerakkan perekonmian guna memperkuat peranan kota tua sebagai kawasan cagar budaya. Berfokus pada aspek kepariwisataan dan potensi kota tua sebagai kawasan cagar budaya, dilakukan penelusuran masalah dan potensi tentang issue-issue terkait Kota Tua Jakarta dari media cetak dan elektronik. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa berkembangnya komunitas-komunitas peminat sejarah dan budaya yang senang berjalan-jalan di Kota Tua Jakarta merupakan refleksi dari ungkapan city as a trip (Smardon, 1986). Kehadiran komunitas-komunitas tersebut membangkitkan kembali gairah kehidupan di kota tua, memberikan energi positif dan merupakan jembatan guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian pusaka bangsa. Artinya, kegiatan revitalisasi seharusnya melibatkan peran aktif anggota masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok. Kata kunci: komunitas; kota tua; sejarah dan budaya Pendahuluan Kota Tua Jakarta memiliki nilai sejarah yang tinggi, namun saat ini sangat menurun kondisinya. Mirip dengan semakin mengecilnya peran kawasan kota lama di banyak kota di Indonesia, kawasan kota lama di Jakarta juga mengalami hal yang sama. Kawasan kota lama yang dikenal dengan sebutan Kota Tua Jakarta juga tengah menghadapi kematiannya. Kawasan yang dahulu ramai dan indah dihiasi oleh bangunan-bangunan bercorak kolonial kini menjadi kusam. Sangat kontras dengan suasana pada masa lampau, saat ini banyak sendi-sendi kehidupannya yang lenyap. Revitalisasi tampaknya menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan. Arti dari revitalisasi adalah menghidupkan kembali. Revitalisasi merupakan bagian dari kegiatan konservasi. Konservasi sendiri meliputi: preservasi yang memiliki arti pengawetan, restorasi yang berupa upaya pemulihan, rehabilitasi yaitu usaha perbaikan, rekonstruksi yaitu pembagunan kembali artefak yang sudah hancur, dan revitalisasi. Bangkitnya roda perekonomian di kawasan kota tua akan menjadikan kawasan Kota Tua Jakarta sebagai urban generator yang penting di Kota Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mencanangkan bahwa mulai tahun 2014 yang akan datang, kawasan Kota Tua Jakarta akan dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Terkait pembangunan ekonomi, sektor pariwisata merupakan salah satu aspek yang memiliki pengaruh positif mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di kawasan kota tua. Sebagai aset pusaka Indonesia, revitalisasi kota tua harus dilakukan. Masalah-masalah yang dikupas dalam tulisan ini adalah yang terkait dengan menurunnya perekonomian di kota tua, serta besarnya potensi kepariwisataan guna mendorong semakin besarnya peranan kota tua sebagai kawasan cagar budaya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gagasan-gagasan positif yang dapat mendukung peranan Kota Tua Jakarta sebagai urban generator penting di masa depan. Kondisi yang dinilai sebagai masalah diantaranya adalah pemugaran wajah dan fisik Kota Tua Jakarta tidak serta merta membangkitkan aktivitas dan kehidupan di lokasi tersebut. Perkembangan zaman dan perkembangan kota seringkali tidak lagi sinkron dengan aktivitas di kawasan-kawasan bekas pusat kota lama. Padahal pusat kota lama sering kali merupakan kawasan