Biopsikososial ISSN 2599 - 0470 Vol. 7 No. 1 April 2023 1 Self-Compassion dan Resiliensi Pada Warga Binaan di Lembaga Permasyarakatan Popi Avati 1* & Nurwijayanti 2 Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana e-mail: * 1 popi.avati@mercubuana.ac.id, 2 nurryskittish@gmail.com *Corresponding author Abstract. This study aims to determine the relationship between self-compassion and resiliensi in prisoners at prison class II A Salemba. This study uses the Self-compassion Scale and the Connor Davidson Resilience Scale. The subjects in this study amounted to 397 prisoners, the method used was quantitative, with a sampling technique, namely Incidental Sampling. Hypothesis testing using Spearman's correlation analysis technique. The results of the study show that there is a positive and significant relationship between self-compassion and resiliensi. This relationship is positive, meaning that the higher the self-compassion, the higher the resiliensi of the prisoners. It is hoped that this research can help LAPAS to facilitate, direct, and invite inmates to programs such as guidance, counselling, roleplay, training, spirituality, and therapists that can increase a sense of self- love and not blame circumstances for the situations faced by prisoners. Keywords: self-compassion, resilience, prisoner, lembaga pemasyarakatan Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan resiliensi pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan kelas II A Salemba. Penelitian ini menggunakan Self-compassion Scale dan Connor Davidson Resiliensi Scale. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 397 warga binaan, metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampling yaitu Insidental Sampling. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-compassion dan resiliensi. Hubungan ini bersifat positif dengan makna semakin tinggi self-compassion, maka semakin tinggi pula resiliensi pada warga binaan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak LAPAS untuk memfasilitasi, mengarahkan, dan mengajak warga binaan pada program seperti bimbingan, konseling, roleplay, training, kerohanian, dan terapis yang dapat meningkatkan rasa untuk menyayangi diri sendiri serta tidak menyalahkan keadaan atas situasi yang dihadapi para warga binaan. Keywords: self-compassion, resiliensi, warga binaan, lembaga pemasyarakatan Pendahuluan Menurut undang-undang nomor 12 tahun 1995 Pasal 1 Ayat (7) tentang pemasyarakatan bahwa warga binaan adalah terpidana yang menjalani pidana dan hilang kemerdekaannya di lembaga pemasyarakatan, yang merupakan masyarakat miniatur yang mempunyai kedudukan yang lemah dan tidak mampu dibandingkan dengan