MAHASISWA KKN ANGAKATAN 07 UNIVERSITAS IVET Kisah Dampo Awang & Pulau Seperapat Mikhael Catur Wicaksono Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Sejarah mikhaelchat@gmail.com I. Dampo Awang Dampu Awang merupakan salah satu cerita rakyat yang terkenal di wilayah pantai utara bagian timur Pulau Jawa, terutama di sekitar daerah Rembang. Dalam cerita ini, Dampu Awang bukanlah seorang yang berasal dari etnis Jawa, melainkan seorang pedagang kaya dari Tiongkok. Konon, ia tiba di Pulau Jawa dan mendarat di pelabuhan besar Lasem. Kedatangannya dianggap sangat berarti bagi masyarakat Rembang pada waktu itu, membawa berkah tersendiri bagi perdagangan lokal. Dampu Awang dipercaya membawa banyak barang dagangan berharga, sementara juga membeli banyak produk dari masyarakat setempat untuk diperdagangkan di luar Pulau Jawa. Menurut Radjiman Suwarto (1967: 20), kisah Dampu Awang bermula dari seorang ibu yang memiliki empat anak, salah satunya bernama Dampu Awang. Dampu Awang diceritakan sebagai anak yang lincah, pandai bergaul, cerdas, dan tampan. Sang ibu mengizinkan keempat anaknya untuk pergi mengembara setelah melihat banyak generasi muda pergi melakukan hal serupa. Namun, setelah bertahun-tahun pergi, tidak ada kabar dari keempat anak tersebut. Suatu hari, dalam pengembaraannya, Dampu Awang bertemu dengan seorang wanita tua yang mengaku sebagai ibunya. Meskipun wanita tua itu yakin bahwa Dampu Awang adalah anaknya, Dampu Awang menolak keras klaim tersebut. Pertengkaran mereka mencapai puncaknya ketika keduanya saling mengeluarkan kata-kata kasar dan mengutuk satu sama lain. Akhirnya, sumpah yang diucapkan oleh wanita tua terhadap Dampu Awang terwujud, dan Dampu Awang berubah menjadi batu, menandai akhir dari cerita tersebut. Kedatangan Dampu Awang sangat dihargai oleh masyarakat Rembang karena membawa berkah besar bagi perdagangan pada masa itu. Diperkirakan bahwa Dampu 1