Jom FTEKNIK Volume 2 No. 2 Oktober 2015 1 PERBANDINGAN PENGGUNAAN DATA HUJAN LAPANGAN DAN DATA HUJAN SATELIT UNTUK ANALISIS HUJAN-ALIRAN MENGGUNAKAN MODEL IHACRES Reza Ahmad Fadhli 1) , Bambang Sujatmoko 2) , Sigit Sutikno 2) 1) Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau 2) Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau Kampus Bina Widya Jln. HR Soebrantas KM 12.5 Pekanbaru, Kode Pos 28293 Email: rezahmadf@yahoo.co.uk Abstract This study conducted an analysis of satellite rainfall data utilization as an alternative for hydrological modeling. Reliability of satellite rainfall data for hydrological modeling is compared to the use of ground rainfall data. Rainfall-runoff modeling in this research is used IHACRES program by taking a case study in the Rokan watershed, Riau Province. IHACRES model output was compared and analyzed with the output of IFAS simulation. The length of the data used was four years (2003 - 2006) with the variation in the length of data scheme 1 (three year calibration), Scheme 2 (two years calibration) and scheme 3 (one year calibration). The results showed that the use of satellite rainfall data for rainfall-runoff modeling IHACRES is better than using ground rainfall data based on the evaluation of the model accuracy coefficient of efficiency (CE). Such thing was reviewed by assessing the CE parameters that have better value, while the parameters R and VE have relatively similar results. CE value of ground rainfall data scheme 1, Scheme 2 and scheme 3 is 0,659; 0,715 and 1,003. CE value of satellite rainfall data 0,924 and 0,875. In general, based on the CE value of the parameter evaluation accuracy simulation step, the rainfall-runoff modeling IFAS using satellite rainfall data are more reliably than the rainfall-runoff modeling IHACRES that uses ground rainfall data and satellite, the value of CE rainfall-runoff modeling IFAS is 1,652. Keywords: ground rainfall data, IFAS, IHACRES, rainfall-runoff modeling, satellite rainfall data A. PENDAHULUAN Ketersediaan air suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), mencerminkan proses pergerakan air dari vegetasi, tanah dan sungai yang berlangsung secara tetap. Pergerakan air ini dapat dideteksi dan didekati dengan beberapa persamaan matematika. Persamaan tersebut mencerminkan proses pengalihragaman dari hujan menjadi aliran yang dapat ditiru dan disederhanakan serta diwujudkan dalam bentuk model, yang disebut dengan model hujan-aliran. Model hujan-aliran (rainfall- runoff) digunakan untuk memprediksi nilai runoff harian maupun bulanan yang didasarkan pada data hujan, penguapan serta karakteristik parameter DAS. Salah satu model hujan-aliran yang cukup dikenal dan banyak diaplikasikan negara di dunia oleh para praktisi dan peneliti adalah model IHACRES. Model Identification of Unit Hydrograph and Component Flow from Rainfall, Evaporation and Stream Flow Data (IHACRES) dikembangkan di Inggris, dengan mendeskripsikan hujan-aliran menjadi dua sub proses yakni sub proses vertikal yang digambarkan oleh Non Linear Loss Module dan sub proses lateral yang diimplementasikan melalui Linear Unit Hydrograph Module (Indarto, 2010). Namun karena keterbatasan terhadap kelengkapan, keakuratan data menjadi penyebab kesulitan untuk menganalisis