J.K P. (Jurnal Karya pengabdian) Vol. 5 No 1, April. 2023.
e- ISSN .2655-8068. (online)
Journal Homepage: http://jkp.unram.ac.id/index.php/JKP
53
*Coresponding author.
E-mail address: taufik24@yahoo.com
Peer reviewed under reponsibility of Universitas Mataram.
© 2023 Universitas Mataram, Jl majaphit No. 62 Mataram.
Pelatihan Pembenihan Cabai Bermedia Suppressive Tanah
Perakaran Bambu dan Budidayanya di Wambarema, Bombana
Training of Suppressive Chilli Seed With Soil Roots of Bamboo
and Its Cultivation in Wambarema, Bombana
Syair
1
, Yusnaini
2
, R. Aka
3
, A. Rahman
1
, M. Taufik
1*
1. Proteksi Tanaman Faperta Universitas Halu Oleo, Anduonohu Kendari 93232
2. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, Anduonohu, Kendari 93232
3. Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Anduonohu Kendari 93232
*. Penulis korespondensi email: taufik24@yahoo.com
Article history: Received 10-10-2022 Revised 29-04-2023 Accepted 29-04-2023
ABSTRAK
Memasuki tahun ke-3 Program Pemberdayaan Desa Mitra (PPDM) Wambarema-UHO. Respon
masyarakat terhadap kegiatan pengabdian cukup baik. Terbukti beberapa masyarakat meminta
didampingi untuk membudidayakan cabai rawit yang dimotori oleh kepala Desa Wambarema. Analisis
situasi sumber daya alam, ditemukan banyak rumpun bambu di sekitar lahan petani. Tanah suppressive
dapat meningkatkan kompetisi antara saprofit yang selanjutnya memberikan efek antagonistik terhadap
patogen atau penyakit. Oleh karena itu tujuan pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat untuk
memanfaatkan sumber daya alam lokal-tanah akar bambu di dalam praktek pembenihan cabai dan
budidaya tanaman di lapang. Metode yang digunakan adalah pelatihan, bimbingan teknis dan pembuatan
demplot budidaya cabai seluas 0,25 ha di Desa Wambarema, Bombana. Hasil yang diperoleh
menunjukkan bahwa mitra wanita tani cukup antusias dan berhasil membuat teknik pembenihan cabai
dengan menggunakan tanah akar bambu, Jumlah benih yang telah disemaikan dapat digunakan untuk
lahan seluas 1/4 ha, sedangkan petani pria telah membuat demplot budidaya cabai bermulsa plastik hitam
perak. Pertumbuhan tanaman cabai cukup baik namun masih diperlukan pendampingan intensif kepada
mitra sampai tanaman cabai berproduksi.
Kata kunci : cabai, suppressive, bambu, lapang
ABSTRACT
They are entering the 3rd year of the Wambarema-UHO Partner Village Empowerment Program
(PPDM). The community's response to community service activities is quite good. Several people asked to
be assisted in cultivating cayenne pepper, which was driven by the head of Wambarema Village. Analysis
of the situation of natural resources found many bamboo clumps around the farmers' land. Suppressive
soil can suppress pathogens in the soil. Therefore, this service educates the community to utilize local
natural resources- bamboo, root soil in chili seeding practices, and plant cultivation. The methods used
were training, technical guidance, and manufacturing demonstration plots for chili cultivation covering
an area of 0.25 ha in Wambarema Village, Bombana. The results showed that the female farmer partners
were enthusiastic and made chili seeding techniques using bamboo root soil. The number of seeds that
have been sown can be used for an area of 1/4 ha, while the male farmers have made demonstration plots
for chili cultivation with black silver plastic mulch. The growth of chili plants is quite good, but intensive
assistance is still needed to partners until the chili plants produce.
Keywords: Chili, suppressive, bamboo, field