Jurnal Peternakan Vol 14 No 2 September 2017 (54-64) ISSN1829 – 8729 54 PERCEPATAN INOVASI LIMBAH COKLAT SEBAGAI PAKAN TERNAK KAMBING ETTAWA DI KECAMATAN TANJUNG BARU A. ANAS., EDISET, DAN R. YANTI Fakultas PeternakanUinversitas Andalas Email : edisetjami80@gmail.com ABSTRACT This research aims to determine: a) the acceleration of innovation adoption cocoa waste as animal feed of Ettawa Cross Breed in the district of Tanjung Baru Tanah Datar, b) problems encountered in the implementation of the waste cocoa breeders as animal feed of Ettawa Cross Breed in the district of Tanjung Baru Tanah Datar. This research used survey, where respondents in the sample in this research is the goat breeders in the district of Tanjung Baru as many as 30 people. The data collected are primary data with the aid of questionnaires and secondary data with study of literature and related agencies. The results of this research indicate that the size of the adoption of the innovation seen on the velocity or the time interval between the receipt of the information and the application is done in the district of Tanjung Baru classified as fast (less than 1 week) 66.67%, broad application of innovation or the proportion of the number of animals that have been given the new innovations in the district of Tanjung Baru is applied by 76.67%, and intensification quality by comparing with recommended application submitted by extension in the district of Tanjung Baru is good at 73.33%. Keywords : adoption, innovation, waste cocoa, feed, ettawa cross breed PENDAHULUAN Luas daerah Kabupaten Tanah Datar mencapai 1.336 km 2 yang hanya sekitar 3,16% dari luas propinsi Sumatera Barat yang mencapai 42.229,04 km 2 . Kabupaten Tanah Datar memiliki populasi kambing yang cukup besar yaitu 24.421 ekor (BPS Kabupaten Tanah Datar 2011). Kecamatan Tanjung Baru merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar, Kecamatan Tanjung Baru memiliki populasi kambing PE sebanyak 240 ekor (Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tanah Datar). Untuk meningkatkan populasi ternak kambing PE tersebut diperlukan suatu program pengembangan kambing berbasis agribisnis di Kecamatan Tanjung Baru untuk mengatasi kenaikan konsumsi daging sekaligus mensukseskan program pemerintah untuk swasembada daging tahun 2014. Ternak kambing merupakan salah satu komoditi sektor peternakan yang mempunyai prospek ekonomi yang bagus jika dikembangkan dengan intensif. Kalau dilihat dari perkembangannya ternak kambing saat ini masih dikembangkan dengan cara tradisional dan hanya sebagai usaha sampingan masyarakat. Sedangkan jenis kambing yang diusahakan masih tergolong jenis kambing lokal dengan volume ternak yang masih sedikit (rata-rata 2 ekor induk/KK). Padahal ketersediaan pakan lokal yang melimpah menjadi pendukung, jika usaha ternak kambing dikembangkan dengan baik dan mengarah kepada usaha yang komersil akan menjadi sumber usaha dan penghasilan baru. Perbaikan produktivitas ternak yang rendah harus dipacu dengan mengutama- kan perbaikan pakan yang memadai melalui pemanfaatan sumber-sumber daya lokal. Perkebunan kakao yang terdapat di daerah tersebut merupakan peluang yang baik dalam mendukung pengembangan ternak kambing yaitu tersedianya limbah kulit kakao yang cukup potensial sebagai bahan pakan dan terciptanya pola integrasi kakao kambing. Selain menunjukkan pertambahan berat badan, ternak kambing