Nama : Rusda Khairati. Rn Nim : 23022031 Matkul : Kurikulum AUD Dosen Pengampu : Dr. Dadan Suryana Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini yang Berlaku di luar negeri A. Pengertian Kurikulum Montessori Menurut Montessori, anak-anak memiliki kemampuan alamiah untuk berkembang sendiri. Anak-anak mempunyai hasrat alami untuk belajar dan bekerja, bersamaan dengan keinginan yang kuat untuk mendapatkan kesenangan. Selain itu, anak juga memiliki keinginan untuk mandiri. Keinginan untuk mandiri tersebut tidak muncul atas perintah dari orang dewasa melainkan muncul dari dalam diri anak sendiri. Model pembelajaran Montessori memberikan kebebasan kepada anak untuk berpikir, berkarya dan menghasilkan sesuatu. Hal ini dkarenakan masa peka anak tidak dapat diketahui kapan kepastian kemunculannya. Kebebasan ini bertujuan agar anak dapat mengaktualkan potensi anak sebebas-bebasnya. Model pembelajaran Montessori memfokuskan pada pengembangan aspek motorik, sensorik dan bahasa. Penekanan utamanyaditempatkan melalui pengambangan alat-alat indera. Model pembelajaran Montessori membebaskan anak untuk bergerak, menyentuh, memanipulasi dan bereksplorasi secara bebas. Hal ini mengasah kreatifitas pada anak usia dini. Kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk mencipta yangditandai dengan orisinilitas dalam berekspresi yang bersifat imajinatif (Webster, 2007). Kurikulum Montessori dapat diartikan sebagai suatu pendekatan terpadu di mana konsep yang beragam disajikan dalam seluruh kurikulum dan dengan cara yang berbeda ketika anak-anak berkembang melalui nilai-nilai (Lillard, 2016). Anak-anak memiliki peluang dalam konteks yang berbeda untuk mempraktikkan keterampilan yang dipelajari. Pendekatan dari kurikulum montessori ini juga menekankan keterkaitan disiplin ilmu dengan pengembangan yang digunakan sebagai dasar kurikulum (Yang, 2019: 13).Menurut filsafat Dr. Montessori, anak-anak belajar dengan baik dalam lingkungan sesuai ukuran, untuk merangsang, serta mempermudah anak untuk menyenyerap kognitif mereka dalam lingkungan. Pengaturan ruangan diatur seperti yang bisa dijangkau oleh anak dan menggunakan bahan yang tidak berbahaya. Didalam Lingkungan anak dapat memilih sendiri pekerjaan atau kegiatannya yang memiliki makna dan tujuan untuknya. Metode Montessori Montessori menyatakan bahwa kurikulum pada dasarnya harus didasarkan pada sebuah ilmu pengetahuan pendidikan yang sejati, yaitu ilmu pengetahuan pendidikan yang melibatkan informasi dari ilmu-ilmu