980 Pengaruh Pembelajaran Diskusi Kelas menggunakan Isu Sosiosains terhadap Literasi Sains Mahasiswa Baru pada Kemampuan Akademik Berbeda Amining Rahmasiwi 1 , Herawati Susilo 1 , Hadi Suwono 1 1 Pendidikan Biologi-Pascasarjana Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 17-04-2018 Disetujui: 06-08-2018 Abstract: This study aims to determine the effect of class discussion with sosioscientific issue, difference in academic ability, and their interaction toward biology students’ science literacy in Universitas Negeri Malang. This study use a quasi experimental approach with pretest-posttest non-equivalent control group design. The subject consist of two high and low academic ability classes. The research data were collected using scientific literacy test. Scientific literacy data were analyzed using ANACOVA with 5% significant level. The result showed that the classroom discussion with socioscientific issue had significant effect in increasing students’ science literacy and potentially increasing the science literacy of low academic ability student in line with the high academic student. Abstrak: Pembelajaran biologi perlu difokuskan untuk memberdayakan literasi sains melalui integrasi isu sosiosains agar dihasilkan individu yang mampu merespon berbagai bentuk perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran, kemampuan akademik, dan interaksi keduanya terhadap literasi sains mahasiswa program sarjana biologi dan pendidikan biologi Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian berupa penelitian semu eksperimen dengan rancangan non equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari masing-masing 2 kelas berkemampuan akademik tinggi dan rendah. Data yang dikumpulkan berupa nilai tes literasi sains yang dianalisis dengan menggunakan ANACOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran, kemampuan akademik, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap literasi sains mahasiswa. Kata kunci: socioscientific issue; scientific literacy; academic ability; isu sosiosains; literasi sains; kemampuan akademik Alamat Korespondensi: Amining Rahmasiwi Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: Amining29@gmail.com Arus perkembangan dan globalisasi yang sedang marak terjadi di Abad 21 ini berdampak pada munculnya berbagai tantangan dan persaingan dalam kehidupan sehingga setiap individu perlu berupaya menjadi pribadi yang berdaya guna dan sigap terhadap berbagai bentuk perkembangan. Salah satu upaya dapat dilakukan melalui penguasaan berbagai kompetensi yang terdiri dari kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kreatif, metakognisis, keterampilan berkomunikasi, kemampuan kerjasama, berbagai bentuk literasi, kemampuan dalam menjalani kehidupan (Greenstein, 2012). Dari berbagai kompetensi yang harus dicapai, kompetensi dalam menyelesaikan masalah kehidupan global menjadi kompetensi yang perlu diutamakan. Terdapat beberapa masalah global yang menjadi tanggung jawab individu terutama mahasiswa untuk terlibat dalam memecahkannya. Permasalahan tersebut antara lain perubahan iklim, ketersediaan pangan, ledakan penduduk, krisis energi (Harris, 2013), ketahanan lingkungan (Nair, 2011), serta kesehatan (Sahoo, 2010). Pemecahan masalah global dapat dilakukan melalui penguasaan pemahaman sains. Kemampuan untuk memecahkan masalah berdasarkan penguasaan pemahaman sains disebut dengan literasi sains (Turiman, dkk., 2012). Literasi sains merupakan kemampuan memecahkan masalah yang didasari pada pemahaman sains, pengkomunikasian, serta penerapannya yang juga berdampak pada sikap peka dan peduli terhadap lingkungan (Toharudin, 2011). Literasi sains merupakan salah satu kompotensi yang sangat penting dikuasai oleh setiap individu karena dapat membantu beradaptasi terhadap tantangan global (Holbrook & Rannikmae, 2009) serta dapat meningkatkan daya saing negara berbasis pengetahuan (Fong, Sidhu, & Fook, 2014). Upaya untuk melatih individu agar memiliki daya saing tinggi dapat dimulai melalui jalur pendidikan (Bani, 2016). Pendidikan dapat mengakomodasi pengembangan literasi sains secara merata apabila setiap individu mendapat kesempatan yang sama untuk memperoleh kualitas pendidikan terbaik. Faktanya tidak setiap individu khususnya calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama, terlihat dari sistem seleksi masuk perguran tinggi. Pada umumnya, calon Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 3 Nomor: 8 Bulan Agustus Tahun 2018 Halaman: 980989