Vol. 18 No. 1 Edisi April 2021 ISSN (Online): 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at : http://ejournal2.pnp.ac.id/index.php/jirs/ Terakreditasi SINTA Peringkat 5 Informasi Artikel Diterima Redaksi : 02-02-2021 | Selesai Revisi : 19-04-2021 | Diterbitkan Online : 04-05-2021 64 Identifikasi Risiko Menggunakan IBPRP dan JSA Berdasarkan PERMEN PUPR NO. 21 Tahun 2019 (Studi Kasus: Pekerjaan Struktur Fondasi Pada Proyek Pembangunan Gedung Layanan Pembelajaran Fakultas ISIP Universitas Jendral Soedirman Purwokerto) 1 Riyan Riski Kurniawan, 2 Adwitya Bhaskara Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Yogyakarta 1 riyanriskik72@gmail.com, 2 adwitya.bhaskara@staff.uty.ac.id Abstract Construction project of building frequently has risk. Often occurring risk often is job accident. Job accident may be one of causes inhibiting project job activity. According to the data of Social Health Organizing Agency for labor, the job accident rate was 130.926 in 2017. Application of a good Construction Safety Management System is expectable to minimize resulting risk probability. This study used method of Danger Identification and Opportunity Risk Assessment (IBPRP) and Job Safety Analysis (JSA) deriving from PURR Government Regulation Number 21/2019. This study aimed at finding IBPRP and JSA designs as well as analogy of problem identification and control variables of foundation job in the Construction Project of Learning Service Building (FISIP) of General Soedirman University of Purwokerto. The results of IBPRP and JSA analysis indicated that risk identification and isk rate of foundation job in construction project of Learning Service Building (FISIP) of General Soedirman University of Purworejo, the foundation job had 48 risks identified from 11 job sequences. All of the 49 identified risks were in low risk rate, where rate value of matrix 2 (two) and 14 risks had rate value of matrix 4 (four). Keywords: Construction Safety Management System (SMKK), risk, risk rate, risk matrix, IBPRP, JSA. Abstrak Proyek konstruksi dalam pembangunannya seringkali memiliki risiko. Risiko yang seringkali terjadi adalah kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya aktivitas pekerjaan proyek. Menurut data BPJS Ketanagakerjaan, angka kecelakaan kerja mencapai 130.926 hingga akhir tahun 2017. Dengan enerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang baik, diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan risiko yang terjadi. Penelitian ini dianalisa dengan metode Identfikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Peluang (IBPRP) dan Job Safety Analysis (JSA) yang bersumber dari Permen PUPR No. 21 Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan IBPRP dan JSA serta analogi variabel identifikasi masalah dan pengendalian pada JSA pada pekerjaan fondasi di proyek pembangunan gedung layanan pembelajaran (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Dari hasil analisis IBPRP dan JSA didapatkan identifikasi risiko dan tingkat risiko dari pekerjaan fondasi di proyek pembangunan gedung layanan pembelajaran (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, pada pekerjaan fondasi terdapat 49 risiko yang teridentifikasi dari 11 urutan pekerjaan, dari 49 risiko yang teridentifikasi semua berada di tingkat risiko rendah dimana 35 risiko memiliki nilai tingkat matriks 2 (dua) dan 14 risiko memiliki nilai tingkat matriks 4 (empat). Kata Kunci: Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), Risiko, Tingkat Risiko, Matriks Risiko, IBPRP, JSA. 1. Pendahuluan Proses pembangunan gedung tiga lantai di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto akhirnya terealisasi. Gedung tersebut dibangun atas kebutuhan sarana dan prasarana yang memadai agar sesuai dengan standar yang diberlakukan oleh Kemenristekdikti. Dalam proses pembangunannya pasti terdapat berbagai pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan seperti: jatuh dari ketinggian, terjebak reruntuhan bangunan,