H. Soewandita, N. Sudiana : Studi Dinamika Kualitas Air Das Ciliwung JAI Vol 6. No. 1. 2010 24 STUDI DINAMIKA KUALITAS AIR DAS CILIWUNG Hasmana Soewandita dan Nana Sudiana Pusat Teknologi Sumberdaya Lahan Wilayah dan Mitigasi Bencana – BPPT Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat Abstract Ciliwung River which has upstream in Bogor, while downstream in Jakarta presence has very important role for the region in its path. Positive role of the river for the public interest in this area include the need of clean water sources, irrigation / agriculture, industry and others. Conversely Ciliwung River is also a source of flood disaster in Jakarta. Will consider its use, the risk of disaster resources and environmental burdens are received by the waters and the water catchment area is very large, then the existence of river quality should be monitored both the water catchment conditions or water quality. For future purposes, it would require a management with specific deadlines (5 th, 10 th, 15 th) and targets based on the quality of the water quality standards (BMA) class III, II and I. The results of the current monitoring parameters BOD, COD, fecal Coli, Coliform has a value above the threshold of water quality standards specified. While DO in the downstream segment has a value below the water quality standards. Other parameters such as pH, TSS and nitrogen have a greater trend downstream, but the value of the water quality is still under water quality standards that are targeted. Keywords: Water quality, Water Quality standards, Ciliwung river. 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang DAS Ciliwung dikenal sangat fenomenal. Indikasi bencana banjir di Jakarta yang terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan salah satu “ulah” aliran Sungai Ciliwung. Kerusakan aliran (bagian bantaran) dan daerah aliran sungai Ciliwung sebenarnya akibat dampak dari kegiatan manusia yang hidup di DAS tersebut. Kebijakan yang dianggap tidak pro lingkungan disinyalir juga menjadi penyebab degradasi lingkungan DAS Ciliwung. Kebijakan tata ruang terutama bagian hulu DAS Ciliwung yang tidak dilaksanakan secara konsisten semakin menurunkan kualitas lingkungan DAS Ciliwung. Perubahan lahan dari kawasan konservasi untuk kawasan pemukiman di kawasan Puncak, meningkatkan aliran permukaan sampai ke badan sungai, sehingga secara otomatis kemampuan badan sungai menampung aliran permukaan juga akan semakin kecil, dan akhirnya berdampak pada banjir dikawasan hilir. Selain beban aliran permukaan yang semakin besar, aliran Sungai Ciliwung juga terbebani oleh limbah industri dibagian segmen tengah DAS serta limbah domestik dari masyarakat yang tinggal sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Secara administrasi Daerah Aliran Sungai Ciliwung melewati Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan DKI Jakarta. Karena Jakarta sebagai ibu kota Negara, maka kota ini masih menjadi magnet bagi orang untuk mencari nafkah. Konsekwensi logis yang harus dipikul olek kota penyangga adalah penyediaan ruang untuk pemukiman. Akibat fenomena ini Depok dan Bogor akan mendapat beban untuk perubahan tata ruang terutama proyeksi kawasan budidaya (lahan sawah, tegalan bahkan kawasan konservasi) untuk dirubah menjadi kawasan pemukiman. Peningkatan industriali- sasi terutama di segmen DAS bagian tengah juga tidak bisa dihindari. Sehingga langsung ataupun tak langsung bebab ekologis DAS Ciliwung juga akan semakin merosot. Beban ekologis pada tata ruang juga akan menyebabkan beban ekologis pada aliran Sungai Ciliwung baik kuantitas maupun kualitas aliran Sungai Ciliwung. Menyadari bahwa Ciliwung sangat strategis keberadaannya, maka pengelolaan Ciliwung harus terpadu dan melibatkan multi sector. Salah satu pengelolaan kedepan yang sangat strategis adalah air Sungai Ciliwung sebagai salah satu sumber air minum, sehingga pengelolaan dan pemantauan kualitas air harus ditangani secara cermat. Untuk melihat fenomena kondisi kualitas air Sungai Ciliwung dari hulu dan hilir maka perlu dilakukan penelitian kondisi kualitas air tersebut, sehingga keberadaan, dan kualitasnya dapat diketahui dalam rangka rekomendasi arahan pengelolaan DAS Ciliwung masa depan.