Jurnal Ilmiah DASI Vol. 14 No. 04 Desember 2013, hlm 10 - 13 ISSN: 1411-3201 10 PEMBUATAN FILM ANIMASI 2D MENGGUNAKAN METODE FRAME BY FRAME BERJUDUL “KANCIL DAN SIPUT” Angga Firmansyah 1) , Mei P Kurniawan 2) 1, 2) Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Email : angga.fi@students.amikom.ac.id 1) , meikurniawan@amikom.ac.id 2) Abstract The development of existing technology support for creating new techniques in making an animated film. Making 2D character animation frame by frame method using Adobe Flash which is then combined with the background image. This animation will be more perfect with the editing where using Adobe Premiere as software. Animation tells the story of the hare and Snails Snails intelligence when faced with difficult situations and take advantage of the surrounding environment so as to train the criticality of a child, that in any bad condition can certainly think putting out ideas as a means to resolve a problem while deer illustrate that pride will bring destruction on himself and arrogance hare disadvantages himself. Animation creation process is done individually with several stages of pre-production, production to post- production. Pre-production and production processes including development of story ideas, themes, synopsis, character bentu design, script, storyboard. And given a final touch is the process of editing. Keywords : Frame by Frame, character, animation, 2D, moral. Pendahuluan Perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh dalam perembangan industri perfilman, terutama dalam pembuatan film animasi. Film animasi merupakan salah satu hiburan yang disaji- kan oleh media elektronik seperti televisi. Hampir semua orang menyukai film animasi sebagai media hiburan, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu, film animasi juga bisa dijadikan media pembelajaran yang baik untuk menyempaikan pesan moral kepada semua kalangan. Ini di karenakan film animasi dapat menampung segala daya imajinasi manusia di dalamnya. Namun sangat disayangkan film animasi yang mendominan di Indonesi sebagaian besar meru- pakan produk dari luar negri. Mayoritas diantaraya adalah Jepang, Amerika, bahkan dari negara tetangga terdekat kita Malaysia. Industri film animasi di negara Indonesia sediri masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini lah yang membuat anak-anak di indonesia lebih memilih film animasi luar negri dari film animasi karya bangsa sendiri, sejauh ini konten film animasi luar negri masih bisa di cerna oleh anak-anak walaupun dari segi budaya dan nilai moral berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia. Landasan Teori Tinjauan Pustaka Imam Styawan Stmik Amikom Yogyakarta, Merancang Animsi 2D Pick Nick Dengan Me- tode Frame by Frame Hand Drawn Animation, pada pembuatan film animasi Pick Nick meliputi dua tahap yaitu dibuat secara dengan pencil dan tahap kedua cara tracking. Dalam proses ini gambar yang dibuat dipisahkan cut per cut adegan, sehingga akan terpisah gambar yang berupa frame yang terdiri dari layer per cut nya[1]. Arif wijayanto Stmik Amikom Yogyakarta, Membuat film kartun 2D dengan menggunakan teknik character layout dan character librarry. Character layout setiap tahap animasinya digambar satu persatu, sedangkan character libary harus membuat layout terlebih dahulu dan memerlukan persiapan yang lama[2]. Subektiningsih Stmik Amikom Yogyakarta, Membuat film animasi 2D dengan menggunakan teknik tweening animation. Teknik ini merupakan proses pembuatan frame secara otomatis antara dua gambar yang berbeda untuk memberikan tampilan bahwa gambar pertama akan berubah menjadi gambar kedua[3]. Pengertian Animasi Adapun pengertian dari animasi yang berasal dari bahasa latin Anima yaitu yang berarti jiwa, hidup, semangat. Selain itu kata nimasi juga berasal dari dari kata animation yang berasal dari kata dasar to anime di dalam kamus Indonesia Inggeris berarti kehidupan. Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan, meng- gerakan benda mati. Suatu benda mati diberi dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya berkesan hidup. Animasi bisa diartikan gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpul- an gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Animasi sebenarnya adalah sebuah rangkaian