Jurnal Kajian Islam Kontemporer (JURKAM)
Vol 1, No 2, Oktober 2020, Page 49-58
ISSN 2722-7383 (media online)
Haidar Putra Daulay et al, Copyright © 2020, Jurkam | Page 49
Submitted: 02/09/2020; Accepted: 10/10/2020; Published: 30/10/2020
Integrasi Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam
Haidar Putra Daulay, Zaini Dahlan,
1
Eva Diana Br Sinulingga, Fadhilah Khairiyah
2
1
Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
2
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
evadiana@gmail.com
ABSTRACT: Knowledge in the view of Islam is an intermediary indicator to strengthen faith. Faith will only
increase and strengthen, if it is accompanied by knowledge. Islamic teachings have never carried out a
dichotomy between religions and sciences. Because in the view of Islam and Islamic philosophers, religious and
general knowledge come from Allah. Islam also recommends all of its people to be serious in learning every
science. This is because the Qur'an is the main source and reference, His teachings contain all the core
knowledge, both concerning general science and religious knowledge. Thoughts on the integration or
Islamization of science today are carried out by Muslim intellectuals. In totality, this is done in the midst of a
busy global world filled with advances in science and technology. With a concept that Muslims will progress,
they can catch up with Westerners if they are able to transform and absorb knowledge actually. In addition, there
is an assumption that science originating from Western countries is considered secular, therefore it must be
rejected, or at least it must be interpreted and translated with Islamic understanding and strengthened from a
philosophical point of view.
Keyword: Integration of Science, Dichotomy of Science, Philosophy of Islamic Education
Pendahuluan
Ilmu dalam padangan Islam adalah salah satu indikator perantara untuk memperkuat
keimanan. Iman hanya akan bertambah dan menguat, jika disertai ilmu pengetahuan. Seorang ilmuan
besar, Albert Einsten mengatakan bahwa “science without religion is blind and religion without
science is lame”, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh.
1
Ajaran Islam tidak
pernah melakukan dikotomi antar agama dan ilmu. Karena dalam pandangan Islam dan filosof Islam,
ilmu agama dan umum sama saja berasal dari Allah. Islam juga menganjurkan kepada seluruh
umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam mempelajari setiap ilmu pengetahu-an. Hal ini
dikarenakan al-Qur’an merupakan sumber dan rujukan utama, ajaran-Nya memuat semua inti ilmu
pengetahuan, baik yang menyangkut ilmu umum maupun ilmu agama.
Pemikiran tentang integrasi atau islamisasi ilmu pengetahuan dewasa ini dilakukan oleh
kalangan intelektual muslim. Secara totalitas, hal ini dilakukan di tengah ramainya dunia global yang
sarat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan sebuah konsep bahwa umat Islam
akan maju dapat menyusul dan menyamai orang-orang Barat apabila mampu mentransformasikan dan
menyerap secara aktual terhadap ilmu pengetahuan. Di samping itu terdapat asumsi bahwa ilmu
pengetahuan yang berasal dari negara-negara Barat dianggap sebagai sekuler, oleh karenanya ilmu
tersebut harus ditolak, atau minimal ilmu tersebut harus dimaknai dan diterjemahkan dengan
pemahaman secara islami dan diperkuat dalam sudut pandang filosof. Debat table yang mengkotomi
ilmu Agama (Timur) dan ilmu umum (Barat) ini menjadi sebuah tantangan dunia integrasi yang akan
penulis bahas dalam integritas Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam.
1
In paper 'Science, Philosophy and Religion', Sep 1940).