DOI : 10.15575/jw.xxx.xxx https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jw/ Dasar-dasar Filosofis Pendidikan Islam: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Andewi Suhartini 1 , Roby Salim 2 1 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 2 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ; robisaleem27@mail.com Abstrak: Artikel ini mencoba mengkaji secara dalam tentang ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dalam mengkaji ketiga hal tersebut disini mencoba memperlihatkan ontologi, epistemoloi, dan aksiologi dalam perspektif pendidikan islam. Karena ontologi, epistemologi, dan aksiologi secara pendidikan islam berbeda dengan studi ontologi, epistemologi, dan aksiologi secara umum. Perspektif ontologi pendidikan islam mengkaji asumsi-asumsi dasar yang membangun pendidikan islam, mulai dari landasan pendidikan islam dan karakter pendidikan islam. Dalam perspektif epistemologi pendidikan islam mengkaji tentang bagaimana sumber pengetahuan pendidikan islam dan metode memperoleh pengetahuan dalam pendidikan islam. Dan yang terakhir perspektif aksiologi pendidikan islam menerangkan nilai dan tujuan pendidikan islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan yang mendasar antara ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang bersifat umum dengan yang bersifat khusus, khususnya di bidang pendidikan islam. Kata Kunci: ontologi, epistemologi, aksiologi, pendidikan islam 1. Pendahuluan Pendidikan Islam adalah pendidikan yang didasarkan pada pokok-pokok dasar ajaran Islam, yaitu Al-Qur'an dan Hadits, sebagai petunjuk hidup bagi semua umat Islam. Melalui pendidikan tersebut, kita diajarkan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan Al-Qur'an dan As-sunnah. Oleh karena itu, tingkat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam sangat bergantung pada seberapa baik pendidikan Islam yang kita terima. Pendidikan Islam harus berbeda dari pendidikan umum, jadi harus dilihat dengan cara yang berbeda agar semua orang, terutama pendidik dan siswa, benar-benar memahami konsepnya. jika dilihat dari pendidikan umum, logika didasarkan pada pragmatisme dan rasionalitas. Dalam hal ini, pendidikan Islam jelas berbeda dari pendidikan umum. Bagaimana ia diterapkan juga berbeda. Penanaman sikap yang bersumber dari iman dan takwa adalah hal yang paling penting di sini. Filsafat pendidikan Islam merupakan sebuah rangka kerja pemikiran yang mengatur bagaimana pendidikan harus dilakukan dalam lingkungan Islam. Ini mencakup prinsip-prinsip yang berasal dari ajaran Islam, seperti yang ditemukan dalam al-Qur'an dan hadis. Berbagai masalah sering muncul dalam pendidikan Islam di Indonesia. Berbagai bagian dari sistem pendidikan Islam saling terkait. Tetapi seringkali dilakukan begitu saja, tanpa perencanaan dan ide yang matang. Akibatnya, kualitas pendidikan Islam tidak mencapai standar yang diharapkan. Karena itu, filsafat pendidikan Islam berusaha mencari kebenaran yang paling dalam, berpikir secara holistik, dan radikal dalam menyelesaikan masalah filosofis pendidikan Islam. Dalam hal ini, kita perlu memahami dasar dari konsep pendidikan Islam, yang berbeda dari konsep pendidikan umum. Pendidikan dimulai dengan turunnya wahyu pertama, di surat al-Alaq ayat