https://ejournal.unib.ac.id/index.php/icomes/index ISSN 2809-9958 (Print) ISSN 2809-9869 (Online) Volume 2, Issue 2, December 2022 Penerapan Metode Penentuan Arah Kiblat bagi Remaja Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu Arif Ismul Hadi * , Refrizon, Nanang Sugianto, M. Farid, Hana Raihana, dan Andre Rahmat Ansori Program Studi Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia 1. PENDAHULUAN Ka’bah merupakan bangunan yang sangat penting karena sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia. Sholat tidak akan sah apabila tidak menghadap ke arah kiblat, kecuali dalam keadaan udzur secara syar’i. Di antara udzur syar’i tersebut adalah dalam kondisi perang maupun saat di atas kendaraan (Sugiono, 2018 dan Al- Bukhari, TT). Arah kiblat ini menjadi permasalahan krusial disebabkan terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat No. 3 dan No. 5 Tahun 2010. Fatwa MUI ini menyebutkan bahwa arah kiblat adalah berorientasi ke barat atau baratlaut. Secara geografis, arah barat dari Indonesia dengan sudut 270 0 dan arah barat laut dari Indonesia dengan sudut 315 0 tidak tepat menghadap ke arah ka’bah (Nugroho dan Khomsin, 2013). Untuk itu diperlukan penghitungan arah kiblat secara akurat (Izzudin, 2012). Ada beberapa metode untuk penentuan arah kiblat baik secara teoritis maupun secara langsung. Secara teoritis, menggunakan pendekatan model bumi yang dihitung berdasarkan posisi geodesi yang terdiri atas koordinat, jarak, dan azimuth model bola, ellipsoid, dan bidang datar. Penentuan posisi geodesi tersebut dilakukan di atas bidang referensi dari model-model tersebut (Kahar, 2008). Hasil penentuan secara teoritis menggunakan metode-metode yang berbeda tersebut dapat menghasilkan azimuth yang berbeda pula (Wicaksono dkk., 2016). Pemilihan metode yang cocok akan memberikan hasil yang lebih akurat. ARTICLE INFO ABSTRAK Riwayat Artikel: Draft diterima: 23 Desember 2022 Revisi diterima: 28 Desember 2022 Diterima: 29 Desember 2022 Tersedia Online: 31 Desember 2022 Menghadap ka’bah sebagai kiblat umat Islam adalah salah satu syarat sah sholat. Untuk itu diperlukan penghitungan arah kiblat secara akurat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan terhadap penerapan metode penentuan arah kiblat bagi Remaja Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu. Untuk mencapai tujuan kegiatan tersebut digunakan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi. Ceramah dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang teknik-teknik penentuan arah kiblat baik secara teoritis maupun secara praktik. Diskusi dilakukan terhadap materi yang telah disampaikan oleh Tim Pengabdi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode penentuan arah kiblat dapat dipahami oleh Remaja Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu baik secara teoritis maupun aplikasinya. Hasil perhitungan secara teoritis maupun aplikasi menunjukkan kecocokan. Berdasarkan hasil perhitungan arah Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu sudah sesuai yakni pada arah Barat Laut atau arah 295,2905° (secara teoritis) dan arah 295° (secara aplikasi) meskipun bangunan masjid tidak persis sejajar dengan arah kiblat tersebut. Kata kunci: Ka’bah, kiblat, Masjid Fathul Jannah, teoritis, dan aplikasi Corresponding author: *ismulhadi@unib.ac.id Citation: Hadi, A. I., Refrizon, Sugianto, N., Farid, M., Raihana, H., & Ansori, A. R. (2022) Penerapan Metode Penentuan Arah Kiblat bagi Remaja Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu. Indonesian Journal of Community Empowerment and Service, 2(2), 89– 94. ABSTRACT Facing the Kaaba as the Qibla of Muslims is one of the conditions for the validity of prayer. For this reason, it is necessary to calculate the Qibla direction accurately. This activity’s goal to increase knowledge about the application of the method of determining the Qibla direction for Youth of the Fathul Jannah Mosque, Medan Baru Housing, Bengkulu City. We used the lecture method followed by a discussion to achieve the activity's objectives. Lectures are conducted by providing knowledge about techniques for determining Qibla direction both theoretically and practically. Discussions were carried out on the material submitted by the service team. The results of this activity indicate that the knowledge of the Youth of the Fathul Jannah Mosque in Medan Baru Housing, Bengkulu City, is increasing and more understanding than before, both theoretically and in the application. The results of theoretical calculations and applications show a match. Based on the results of these calculations, the direction of the Fathul Jannah Mosque in Medan Baru Housing, Bengkulu City, is suitable, namely in the Northwest direction or the direction of 295.2905° (theoretically) and the direction of 295° (application) even though the mosque building is not exactly parallel to the Qibla direction. Keywords: Kaaba, qibla, Fathul Jannah Mosque, theoretical, and application