Jurnal Sejarah Lontar Vol.7 No.2 Juli - Desember 2010 PENGEMBANGAN FASILITAS INTERPRETASI DI MUSEUM KONFERENSI ASIAAFRIKA BANDUNG JAWA BARAT OLEH: Heryanti Utami Dosen Jurusan Pariwisata FIS UNJ Abstrak Museum Konferensi Asia-Afrika (Asian-African Conference Museum) telah membangun reputasi internasional sebagai salah satu situs Pariwisata warisan dunia yang menarik, yang memperoleh sukses besar baik dalam merumuskan masalah umum dan dalam mempersiapkan pedoman operasional kerjasama antar Negara Asia Afrika serta dalam menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Atraksi warisan merupakan sumber daya tak tergantikan bagi industri pariwisata sehingga penafsiran adalah komponen penting dari manajemen mereka. Situs Warisan perlu memiliki atribut unik, kuat berkarakter serta penafsiran dan penyajiannya harus mengakomodasi kebutuhan pengunjung. Studi ini meneliti bagaimana penafsiran dan pengalaman dalam konteks Pariwisata Heritage. Sebuah model yang diusulkan menggabungkan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam analisis kepuasan: pendekatan kognitif didasarkan pada kualitas dan diskonfirmasi, pendekatan afektif didasarkan pada emosi. Analisis empiris yang dilakukan pada sampel pengunjung ke interpretasi memungkinkan kita untuk mengkonfirmasi bahwa kualitas yang dirasakan adalah penentu langsung dari kepuasan, seperti juga emosi. Akhirnya, cara di mana teknik interpretasi dipelajari, sebagai generator dari kepuasan pengunjung melalui pengalaman. Pendahuluan Bandung memiliki kredibillitas yang tinggi untuk Industri Pariwisata dengan sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh pegunungan ini memiliki potensi wisata alam yang melimpah dan beragam kebudayaan yang unik. Beberapa objek wisata yang Terkenal di Bandung seperti Tangku- ban Perahu, Sari Ater, Kawah Putih, Situ Patenggang dan objek wisata lainnya. Selain wisata alam, Bandung memiliki potensi Heritage Tourism yang luar biasa khususnya untuk bangunan-bangunan monumental berarsitektur indah berciri art deco seperti Gedung Sate, Institut Teknologi Bandung, Bangunan di sekitar Jalan Braga dan lain-lain. Saat ini, Heritage Tourism semakin tumbuh dengan pesat perkembangan- nya dan dinobatkan sebagai salah satu komponen yang paling signifikan di industri pariwisata 1 yang ditandai 1 Alzua, 1998 dan Herbert, 1995 di dalam Poria et al, 2003) 10