Jurnal ECOTIPE, Volume 9, Issue 1, April 2022, pp. 79-85 p-ISSN 2355-5068, e-ISSN 2622-4852 Terakreditasi Kemdikbudristek (SINTA 3), SK. No.158/E/KPT/2021 DOI: 10.33019/jurnalecotipe.v9i1.2921 Jurnal ECOTIPE, Volume 9, Issue 1, April 2022: 79-85 (*) Correspondence Author Received: 24/03/2022; Reviced: 06/04/2022; Accepted: 08/04/2022 Penerapan dan Analisis Perbandingan…(M. A. Indrajaya, dkk.) Penerapan dan Analisis Perbandingan Metode Antrian Jaringan (Network Queuing) pada Jaringan Local Area Network Fakultas Teknik Universitas Tadulako Muh. Aristo Indrajaya¹, Rizana Fauzi², Hajra Rasmita Ngemba 3 , Syaiful Hendra 4 1 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako 2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako 3 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako 4 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako *aristo90c@gmail.com¹,rfauzi86@gmail.com 2 , hajra.rasmita@gmail.com 3 ,syaiful.hendra.garuda@gmail.com 4 INTISARI Membanjirnya konten yang diakses oleh civitas akademika di lingkungan kampus menuntut kinerja jaringan yang handal, terutama dalam menangani beban trafik data yang tinggi. Seringkali yang terjadi adalah ketika beban trafik data meningkat, kualitas layanan data yang dapat diberikan akan menurun. Hal ini tentu saja berdampak buruk, terutama layanan komunikasi yang membutuhkan kehandalan tinggi seperti layanan VoIP atau video conference. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu diterapkan suatu metode antrian data yang mampu mengatur distribusi beban lalu lintas data secara efektif dan mampu bekerja dengan baik di segala kondisi beban lalu lintas. Penelitian ini akan mensimulasikan jaringan komputer lokal yang berada di Fakultas Teknik Universitas Tadulako menggunakan tiga jenis metode antrian trafik data yaitu First In First Out (FIFO), Priorityt Queuing (PQ), dan Weighted Fair Queuing (WFQ) dimana tiga protokol akan diuji untuk mengelola tiga jenis layanan yang sering digunakan, antara lain layanan konferensi video, Voice Over Internet Protocol (VoIP), dan Hypertext Transfer Protocol (HTTP) dalam kondisi beban trafik tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode PQ memiliki keunggulan dalam menangani beban trafik data yang tinggi. Kata kunci: Delay, Delay Variation, End-to-End Delay, FIFO, Local Area Network, PQ, Queue, Traffic Dropped, WFQ ABSTRACT The flood of content that is accessed by the academic community in a campus environment demands reliable network performance, especially in handling high data traffic loads. Often what happens is that when the data traffic load increases, the quality of data services that can be provided will decrease. This of course has a bad impact, especially communication services that require high reliability such as VoIP or video conferencing services. To overcome this, it is necessary to apply a data queuing method that is able to regulate the distribution of data traffic loads effectively and is able to work well in all traffic load conditions. This study will simulate a local computer network located at the Faculty of Engineering, Tadulako University using three types of data traffic queuing methods, namely First In First Out (FIFO), Priority Queueing (PQ), and Weighted Fair Queueing (WFQ) where the three protocols will be tested. to manage three types of services that are often used, including video conferencing services, Voice Over Internet Protocol (VoIP), and Hypertext Transfer Protocol (HTTP) under conditions of high traffic loads. The results of this study indicate that the PQ method has advantages in handling high data traffic loads. Keywords : Delay, Delay Variation, End-to-End Delay, FIFO, Local Area Network, PQ, Queue, Traffic Dropped, WFQ I. PENDAHULUAN Semakin meningkatnya konten-konten yang diakses oleh pengguna jaringan telekomunikasi khsusnya pada lingkungan akademik di kampus-kampus menuntut infrastruktur jaringan yang mumpuni dan mampu melayani peningkatan trafik data tersebut. Tanpa hal tersebut, kegiatan civitas akademik tidak akan berjalan dengan baik karena pada faktanya saat ini hampir seluruh sistem layanan akademik, layanan informasi, komunikasi antar pemangku jabatan di kampus, bahkan sampai perkuliahan dijalankan 79