1 IMPLEMENTASI & ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN WEB PADA PLATFORM BERBASIS DOCKER IMPLEMENTATION & ANALYSIS OF WEB SERVICE PERFORMANCE BASED ON DOCKER PLATFORM Muhammad Fihri 1 , Ridha Muldina Negara 2 , Danu Dwi Sanjoyo 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom 1 muhammadfihri @students.telkomuniversity.ac.id, 2 ridhanegara@telkomuniversity.co.id, 3 danudwj@telkomuniversity.ac.id Abstrak Docker merupakan platform yang berfungsi untuk mengembangkan, mengirim, serta menjalankan beragam aplikasi dengan lebih cepat. Seiring dengan perkembangan layanan web, ukuran aplikasi web yang dibangun atas arsitektur monolitik akan semakin membesar dan menyulitkan pengembangan berkelanjutan karena aplikasi terdiri menjadi 1 kesatuan aplikasi, dan perubahan sekecil apapun pada lini kode akan memengaruhi keseluruhan aplikasi. Lalu berkembang arsitektur microservice yang memecah aplikasi jadi beberapa komponen kecil yang beroperasi terhadap layanan yang spesifik. Platform docker memudahkan untuk mengembangkan sistem microservice karena membutuhkan integrasi sistem yang terdiri dari beragam pecahan komponen sistem dan memungkinkan untuk pengembangan sistem secara berkelanjutan. Pada penelitian ini, akan dikembangkan layanan web E-Commerce pada platform berbasis docker, selanjutnya akan dilakukan simulasi untuk melihat gambaran performa sistem yang telah dikembangkan berdasarkan parameter throughput, response time, cpu utilization, dan memory utilization. Hasil simulasi menunjukkan sistem yang dibangun mampu memenuhi standar dengan performa baik ketika menerima sejumlah http load. Kata kunci : docker, load balancing, container, layanan web Abstract Docker is a platform to develop, send, and run various applications faster. Along with the development of web services, the size of web applications built on monolithic architecture will be increasingly large and make it difficult for continous delivery because the application form as a single unity, and the slightest change in the code line will affect the entire application. Then the microservice architecture was blossom and make it possible to split the application into several small components that operate on specific services. The docker platform makes it easy to develop a microservice system because it requires system integration consisting of a variety of fractional system components and allows for continuous system development. In this study, E-Commerce web services will be developed on a docker-based platform, then simulations will be conducted to see an overview of system performance that has been developed based on parameters throughput, response time, cpu utilization, and memory utilization. Simulation results show that the system built is able to meet the standard with good performance when receiving a number of http loads. Keywords: docker, load balancing, container, web services 1. Pendahuluan Dalam proses pengembangan layanan web dibutuhkan berbagai aplikasi yang saling terintegrasi, dimulai dari front-end development yang mencakup seluruh desain dan fitur pada platform web yang dapat diakses oleh user hingga back-end development yang mencakup database yang krusial[1]. Pada arsitektur monolitik , penyedia layanan membangun sebuah aplikasi yang seluruh komponennya terbuat menjadi sebuah kesatuan lalu kemudian disimpan dalam server. Seiring berjalannya waktu tentu layanan yang dijalankan akan tumbuh berkembang, baik dengan penambahan berbagai fitur baru pada platform tersebut maupun dari jumlah user yang berkunjung sehingga membutuhkan scaling system agar layanan web yang dijalankan mampu memproses seluruh trafik yang masuk karena jumlah trafik yang terus meningkat dan juga menampung seluruh data yang sangat besar dan terus bertambah. Dalam kebanyakan skenario, biasanya yang dibutuhkan hanya scaling pada aplikasi tertentu. Namun karena aplikasi tersebut terbentuk dalam satu paket jika penyedia layanan web ingin melakukan scaling system maka harus melakukan perombakan sistem secara menyeluruh karena penambahan line coding sekecil apapun akan memengaruhi keseluruhan aplikasi sehingga proses development sangat beresiko[2]. Berdasarkan hal yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa untuk sistem berskala besar arsitektur monolitik tidak cocok karena akan terdapat banyak hambatan dan permasalahan ketika tiba waktunya ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 3996 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Open Library