Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Volume 13 Nomor 2 Hal 56 65 56 PENGARUH KAPASITAS MESIN TERHADAP PERILAKU PENGENDARA SEPEDA MOTOR (STUDI KASUS : JALAN INSPEKSI KALIMALANG KAB. BEKASI) Sam Deli Imanuel Dudung 1* , Wisnu Wardana Kusuma 2 1,2 Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD *E-mail Korespondensi: sam.deli@ptdisttd.ac.id Abstract Motorcyclists are spoiled and motivated to increase the speed of their vehicles as quickly as possible to support their mobility, regardless of other road users. There are already rules regarding road speed limits contained in the Minister of Transportation Regulation Number PM.111 of 2015 concerning procedures for setting speed limits, so that vehicle drivers must drive their vehicles according to the speed set based on these rules. Determination of speed limits on a road is intended to prevent the occurrence and fatality of accidents and maintain traffic mobility. Can the engine capacity of a motorbike affect the behavior of motorcyclists such as increasing vehicle speed, using helmets, turning on the main lights and using communication devices. The method is carried out by analyzing traffic performance and analyzing the behavior of motorists when driving a motorbike which is influenced by the use of motorbikes based on engine capacity, namely 100cc, 150cc and ≥200cc as well as violations of motorbike riders using data from motorcycle users who cross the road. Inspection Kalimalang, Bekasi. From the analysis carried out, the performance of the Kalimalang Inspection road, Bekasi has a level of service E with a v/c ratio of 0.77, an average speed of 37 km/hour and a road density of 51.95 and an analysis of the relationship between engine capacity and driver behavior shows the results that the motorcycle engine capacity affects the behavior of motorists in driving a motorcycle on the highway with a significance F 0.000 <0.05, and violations on the Kalimalang, Bekasi inspection road are dominated by motorcycle riders with engine capacities of 150cc to 250 cc as many as 627 riders. Keywords: Motorcycle Technology, Engine Capacity, Rider Behavior. Abstrak Pengendara sepeda motor dimanjakan dan terpacu untuk meningkatkan laju kendaraan secepat mungkin untuk mendukung mobilitasnya, tanpa mengindahkan pengguna jalan yang lain. Sudah terdapat aturan mengenai batas kecepatan jalan yang termuat dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.111 Tahun 2015 tentang tata cara penetapan batas kecepatan, sehingga pengendara kendaraan harusnya melajukan kendaraannya sesuai dengan kecepatan yang ditetapkan berdasarkan aturan tersebut. Penetapan batas kecepatan pada suatu jalan dimaksudkan untuk mencegah kejadian dan fatalitas kecelakaan serta mempertahankan mobilitas lalu lintas. Kapasitas mesin pada sepeda motor apakah dapat mempengaruhi perilaku pengendara sepeda motor seperti melajukan kecepatan kendaraan, penggunaan helm, penyalaan lampu utama dan penggunaan alat komunikasi. Metode yang dilakukan dengan melakukan analisa kinerja lalu lintas dan analisa terhadap perilaku pengendara dalam mengemudikan sepeda motor yang dipengaruhi penggunaan sepeda motor berdasarkan kapasitas mesin yakni 100cc, 150cc dan ≥200cc serta pelanggaran pengendara sepeda motor dengan menggunakan data pengguna sepeda motor yang melintas di ruas jalan Inspeksi Kalimalang, Bekasi. Dari analisa yang dilakukan, terhadap kinerja ruas jalan Inspeksi Kalimalang, Bekasi memiliki tingkat pelayanan E dengan v/c ratio 0.77 , kecepatan rata-rata 37 km/jam dan kepadatan ruas jalan sebesar 51,95 dan analisa hubungan kapasitas mesin dengan perilaku pengendara diperoleh hasil bahwa kapasitas mesin sepeda motor mempengaruhi perilaku pengendara dalam mengemudikan sepeda motor di jalan raya dengan signifikasi F 0.000<0.05, dan pelanggaran pada jalan inspeksi kalimalang, bekasi didominasi oleh pengendara sepeda motor dengan kapasitas mesin 150cc s.d 250 cc sebanyak 627 pengendara. Kata kunci : Teknologi Sepeda Motor, Kapasitas Mesin, Perilaku Pengendara Motor.