Khandria Kholifatun, Sri Jumini, Bambang Sugiyanto : Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika 37 Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika pada Siswa Kelas 5 di MIN 3 Banjarnegara Tahun Pelajaran 2022/2023 Khandria Kholifatun Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al Quran Wonosono. kholifatunkhandria@gmail.com Sri Jumini Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al Quran Wonosono. srijumini@unsiq.ac.id Bambang Sugiyanto Fakultas Hukum dan Syari’ah. Universitas Sains Al Quran Wonosono. Bambangsugiyanto81@gmail.com Abstrak Pendidikan indonesia memiliki tingkat yang rendah terutama dalam hal literasi numerasi hal ini ditandai dengan rendahnya skor PISSA. Padahal dalam literasi numerasi terdapat matematika, dimana matematika adalah ilmu dasar yang mendasar segala pengetaguan dan teknologi. Oleh karena pentingnya literasi numerasi maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi numerasi dengan kemampuan pemahaman konsep matematika. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian ekspot de facto. Adapun analisis data dengan menggunakan uji korelasi porduct moment, uji t, uji koefisiesi determinasi dan analsisis regresi didapatkan bahawa literasi numerasi memiliki hubungan dengan kemampuan pemahaman konsep matematika, dimana literasi numerasi memiliki pengeruh sebesar 23%, dengan pegaruh yang positif. Kata Kunci: literasi numerasi, pemahaman konsep matematika, korelasi, siswa PENDAHULUAN Indonesia memiliki wilayah yang luas, sehingga memiliki berbagai macam ras, suku, bangsa dan bahasa. Hal tersebut menimbulkan berbagai macam perbedaan. Banyaknya perbedaan menimbulkan banyak masalah seperti kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, rendahnya tingkat pendidikan. Permasalahan- permasalahan tersebut saling berhubungan satu sama lain. Misalnya rendahnya tingkat Pendidikan juga turut mempengaruhi kualitas hidup mereka, semakin baik tingkat pendidikan yang mereka terima maka pola pikir, perilaku, sikap dan karakter juga akan berkualitas. Pendidikan harus dimulai dari lingkup terkecil dan harus dibiasakan dimulai dari pendidikan non formal hingga pendidikan formal, lingkup sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tingkat kompetisi seorang siswa didasarkan pada tingkat pendidikan yang ditempuh. Pendidikan yang rendah dan kurang berkualitas akan berpengaruh terhadap kompetisi yang dimiliki. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan kompetensi yang unggul. Sehingga diperlukanya perbaikan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia agar negera Indonesia menjadi lebih maju peradabannya. Pendidikan menjadi salah satu faktor dalam peradaban, di Indonesia sendiri penyelenggaraan sebuah satuan. Siswa atau peserta didik harus memiliki kesadaran diri untuk belajar dan mengembangkan kemampuanya. Ada banyak kemampuan yang harus dimiliki siswa salah