Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Panjang Bengkulu, Ditinjau Dari Perspektif Wisatawan Dan Masyarakat Lokal 169 Ekombis Review – Handika Fikri Pratama dan Budiman Sakti STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI PANJANG BENGKULU, DITINJAU DARI PERSPEKTIF WISATAWAN DAN MASYARAKAT LOKAL Handika Fikri Pratama Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Budiman Sakti Dosen Fakultas Ekonomi Unihaz Bengkulu ABSTRAK Handika Fikri Pratama dan Budiman Sakti: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daya tarik wisata, mengkaji kondisi lingkungan internal (berupa kekuatan dan kelemahannya) dan kondisi lingkungan eksternal (berupa peluang dan ancaman), serta mengkaji program pengembangan pariwisata yang sesuai di Pantai Panjang berbasis kepada perspektif wisatawan dan masyarakat lokal. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis diskritif untuk mengidentifikasi ketersediaan sarana prasarana dan potensi serta daya trarik wisata dan analisis kuantitatif dengan bantuan Matrik IFAS dan matrix EFAS. Jumlah responden yang diambil berdasarkan accidental sampling berjumlah 100 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi daya tarik wisata yang terdapat di Pantai Panjang dengan skor faktor internal sebesar +0,910 dan faktor eksternal dengan nilai skor sebesar +1,90. Dengan demikian posisinya dalam matrik grand strategy (matrik internal-external) berada pada posisi strategi pertumbuhan dengan menempati sel 1 dalam matrik. Posisi sel satu menunjukan strategi tumbuh dan bina (Rapid growth strategy), strategi untuk meningkatkan laju pertumbuhan kunjungan wisatawan dengan waktu lebih cepat (tahun kedua lebih besar dari tahun pertama dan selanjutnya), peningkatan kualitas yang menjadi faktor kekuatan untuk memaksimalkan pemanfaatan semua peluang (grand strategy). usaha pengembangan Tapak Paderi dan Pantai Jakat yang berkelanjutan (sustainable). ABSTRACT Handika Fikri Pratama dan Budiman Sakti: The purpose of this study was to identify potential tourist attraction, reviewing internal environmental conditions (such as their strengths and weaknesses) and external environmental conditions (such as opportunities and threats), and review the appropriate tourism development program in the Long Beach-based to tourists and local community perspective. The analytical method used in this study, namely diskritif analysis to identify the availability of infrastructure and the potential and power trarik travel and quantitative analysis with the help of Matrix IFAS and EFAS matrix. The number of respondents who were taken by accidental sampling of 100 respondents. The results showed that the potential tourist attraction located in Long Beach with a score of +0.910 internal factors and external factors with a score of +1.90. Thus the position in the grand strategy matrix (matrix internal-external) are in a position with a growth strategy occupies one cell in the matrix. A cell's position one shows the strategy to grow and establish (Rapid growth strategy), strategies to increase the growth rate of tourist arrivals with a faster time (the second year is greater than the first year and thereafter), improving the quality of that factor into force in order to maximize the utilization of all the opportunities (grand strategy). Tapak Padri development efforts and Beach Jakat sustainable (sustainable). Key Words: Grand Strategy, Tourism Development Program PENDAHULUAN Kota Bengkulu mempunyai potensi wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan, salah satunya adalah Pantai Panjang yang terletak di sisi barat Kota Bengkulu yang jaraknya dari pusat kota hanya lebih kurang 2 kilo meter. Letak yang strategis dan tidak jauh dari pusat kota merupakan kekuatan yang dimiliki selain indahnya panorama alam dan laut sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Propinsi dan Kota Bengkulu untuk menjadikan Pantai Panjang sebagai kawasan wisata yang menarik para wisatawan untuk datang ke Kota Bengkulu. Ada enam fokus bentuk wisata yang akan dikembangkan di kawasan Pantai Panjang yaitu: wisata pantai, wisata urban, wisata rakyat, wisata air, wisata ekoturism dan wisata pelabuhan. Pengembangan wisata kawasan pantai Kota Bengkulu ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bengkulu memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pariwisata. Hal ini dapat dilihat data dari Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu mengenai data kunjungan wisman dan wisnus tahun 2007-2014 yang menunjukkan ada kenaikan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya rerata sebesar 19,71 persen, yang akan