JASMERAH: Journal of Education and Historical Studies Vol. 1, No. 2, 2019 http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jasmerah page 23-30 23 BUDAYA BAHARI MASYARAKAT SRIWIJAYA PADA MASA PRA-MODERN Yopi Rachmad Guru Sejarah SMA Negeri 6 Binjai, Sumatera Utara, Indonesia Email: yopismantig@gmail.com Abstract This article discusses the nautical culture of the Srivijaya community in pre-modern times. Narratives are built through a re-reading of scientific studies that review the archaeological findings originating from the Kingdom of Srivijaya. The archaeological findings were then analyzed using the human ecological theory of culture. This study shows that the Srivijaya people made the sea as a source of connecting life. The production orientation of the community such as fishing, local handicrafts, and other maritime expertise is for commodity trading in the main ports of the Srivijaya kingdom. Trade era has changed Southeast Asia and allowed it to become a global power in its time. This can be seen by the discovery of pictures of ships in temple reliefs and various archaeological findings. One of the skills that must be possessed by the community is expertise in shipbuilding. Ships made are used for various maritime facilities, both as a means of transportation between regions and between continents and also as a commodity sold in ports. Keywords: Human Ecology, Maritime Culture, Maritime Society, Srivijaya Abstrak Artikel ini membahas tentang kebudayaan bahari masyarakat Sriwijaya pada masa pra-modern. Narasi dibangun melalui pembacaan ulang terhadap kajian-kajian ilmiah yang mengulas tentang temuan-temuan arkeologis yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Temuan-temuan arkeologis itu kemudian dianalisis dengan menggunakan teori ekologi manusia dari ilmu budaya. Kajian ini menunjukkan bahwa masyarakat Sriwijaya menjadikan laut sebagai sumber dalam menyambung kehidupan. Orientasi produksi masyarakatnya seperti menangkap ikan, kerajinan lokal dan keahlian maritim lainnya adalah untuk komoditas perdagangan di pelabuhan-pelabuhan utama kerajaan Sriwijaya. Kurun niaga telah mengubah Asia Tenggara dan memungkinkannya menjadi sebuah kekuatan global pada masanya. Hal ini dapat dilihat dengan ditemukannya gambar kapal pada relief-relief candi dan berbagai temuan arkeologis. Salah satu keahlian yang harus dimiliki masyarakat adalah keahlian dalam membuat kapal. Kapal-kapal yang dibuat digunakan untuk berbagai sarana kemaritiman, baik sebagai alat transportasi antar kawasan maupun antar benua dan juga sebagai komoditi yang dijual di pelabuhan-pelabuhan. Kata Kunci: Ekologi Manusia, Budaya Bahari, Masyarakat Maritim, Sriwijaya