Jurnal Bakti Nusa Available online: www.baktinusa.unram.ac.id p-ISSN: 2721-2181, e-ISSN: 2747-1357 Vol. IV No.2 pp: 81 88 81 Oktober 2023 DOI https://doi.org/10.0000/jgn.v4i2.114 PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MELALUI PEMBUATAN ALAT PENGIRAT BAMBU UNTUK TUSUK SATE DI DESA PENDEM, LOMBOK TENGAH Salman 1 , I Made Adi Sayoga 2 , Nasmi Herlina Sari 3 , Made Wirawan 4 , Paryanto Dwi Setyawan 5 , Hendri Sakke Tira 6 1,2,3,4,5,6 Teknik Mesin, Universitas Mataram, Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa tenggara Barat Indonesia Article history: Received: 18 Agustus 2023 Revised: 22 Agustus 2023 Accepted:29 Agustus 2023 Corresponding author: Salman, Jurusan Teknik Mesin , UNRAM, Email: salman@unram.ac.id ABSTRAK Sebagian warga di Desa Pendem, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, mengolah batang bambu menjadi tusuk sate. Namun permasalahannya di dalam pembuatan tusuk sate ini masih dilakukan dengan secara manual, yaitu dengan menggunakan alat penyerut yang sederhana. Akibatnya produk hasil pengerjaan yang manual ini juga berkualits rendah. Sebagai solusinya tim pelaksana pengabdianmembuat alat pembuat tusuk sate secara mekanik untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tusuk sate di lokasi mitra usaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu pengraijn tusuk sate dengan cara diseminasi alat pembuatan tusuk sate ke mitra usaha. Manfaatnya adalah produktifitas pengrajin tusuk sate akan meningkat. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi program dan observasi, mendesain alat pembuat tusuk sate mekanik, pembuatan alat, uji coba alat, diseminasi alat ke mitra usaha, dan evaluasi. Dari pelaksanaan pengabdian ini diperoleh data aktivitas pengrajin tusuk sate di lokasi mitra, dan berhasil juga dibuat alat pengirat bambu untuk tusuk sate. Selain itu diperoleh antusiasme perserta penyuluhan. Setelah serah terima alat ke mitra dan uji coba alat, diperoleh hasil iratan bambu yang lebih seragam dibanding jika dibuat secara manual. Kata kunci: Bambu, Tusuk sate, Pengirat bambu. ABSTRACT Some residents in Pendem Village, Janapria District, Central Lombok Regency, process bamboo sticks into skewers. However, the problem in making skewers is still done manually, namely by using a simple planer. As a result, the product produced by manual processing is also of low quality. As a solution, the dedication team made a mechanical skewer making tool to increase the quantity and quality of skewer production at business partner locations. The purpose of this activity is to help skewer craftmen by disseminating skewer making tools to local partner. The benefit is that the productivity of skewer craftsmen increase. The method used are program socialization and observation, designing a mechanical skewer making tool, tool making, tool testing, tool dissemination to partner, and evaluation. From the implementation of this service, data were obtained on the activities of skewer craftsmen at partner location, and a bamboo cutting tool was also successfully made for skewers. In addition, the enthusiasm of the counseling participants was obtained. After handing over the tools to the partners and testing the tools, the results of the bamboo slices were more uniform than if they were made manually. Keywords: Bamboo, Skewer, Bamboo slice. PENDAHULUAN Pemanfaatan bambu dalam kehidupan sehari-hari cukup meluas mulai dari sebagai bahan bangunan,perabot rumah tangga, peralatan dapur sampai penggunaannya sebagai tusuk sate. Di desa Pendem, misalnya, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, sebagian besar masyarakatnya mengolah batang bambu menjadi tusuk sate. Dari data yang diperoleh di kantor desa [1] terdapat jumlah warga yang bergelut di bidang wirausaha terdapat 216 orang dengan