http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/gdk | 1 Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Volume 6 Nomor 1 Juni 2022, Halaman: 1 - 12 DOI: 10.29408/geodika.v6i1.4362 ISSN 2549-1830 (Online) Website: http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/gdk Terakreditasi S4 SK No. 36/E/KPT/2019 Penerbit: Program Studi Pendidikan Geografi, FISE, Universitas Hamzanwadi IDENTIFIKASI PUSAT PERTUMBUHAN DAN SEKTOR EKONOMI UNGGULAN DI KAWASAN WANARAKUTI Esti Hariyanti 1* , Mrabawani Insan Rendra 2 1 Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia 2 Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bojonegoro, Bojonegoro, Indonesia Email Koresponden: esty1405@gmail.com Diterima: 03-11-2021, Revisi: 02-03-2022, Disetujui: 04-06-2022 ©2022 Program Studi Pendidikan Geografi, FISE, Universitas Hamzanwadi Abstrak Kawasan Wanarakuti (Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora) ditetapkan sebagai salah satu kawasan andalan dalam RTRWN Tahun 2008/2017. Kawasan ini merupakan kawasan strategis karena menghubungkan dua metropolitan: Semarang dan Surabaya. Pada suatu wilayah dibutuhkan satu atau lebih pusat pertumbuhan sehingga bisa memicu pertumbuhan daerah lain di sekitarnya. Penentuan sektor ekonomi unggulan juga diperlukan sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan pengembangan wilayah yang tepat di tiap kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pusat pertumbuhan, wilayah pengaruh, dan sektor unggulan di setiap kabupaten. Studi ini mengaplikasikan metode kuantitatif, menggunakan data sekunder dari web resmi Badan Pusat Statistik setiap kabupaten. Data dianalisis menggunakan analisis indeks sentralitas Marshall, analisis wilayah pengaruh, analisis location quotient, analisis shift share, dan analisis sektor ekonomi unggulan. Sebagai hasil, pusat pertumbuhan di Kawasan Wanarakuti berada di Kabupaten Pati, Jepara dan Blora, dengan wilayah pengaruh sampai ke wilayah administrasi di sekitarnya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tiap kabupaten memiliki sektor unggulan yang berbeda, tergantung ketersediaan sumber daya dan keunggulan komparatif, kecuali Kabupaten Kudus yang tidak memiliki sektor unggulan. Hasil ini dapat dijadikan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan di masa mendatang. Kata kunci: pusat pertumbuhan, wilayah pengaruh, sektor unggulan, Wanarakuti Abstract The Wanarakuti area (Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora) was designated as one of the former areas in RTRWN 2008/2017. This area is a strategic area because it connects two significant metropolises: Surabaya and Semarang. In an area, one or more growth centers so that it can trigger the growth of other areas around it. Determination of the leading economic sector is also needed as a basis for making appropriate regional development policies in each district. This study aims to determine the growth centers, areas of influence, and leading sectors of each district. This study applies quantitative methods, using secondary data obtained from the official website of the Central Statistics Agency. The data analyzed using Marshall centrality index analysis, influence area analysis, location quotient analysis, shift share analysis, and leading economic sector analysis. As a result, the growth centers in the Wanarakuti area were in Pati, Jepara and Blora, with their area of influence up to the surrounding administrative region. The calculation results showed that each district, has a different leading sector, depending on the availability of resources and comparative advantage, except Kudus District which does not have a leading sector. The results can take into consideration in formulating development policies in the future. Keywords: growth center, area of influence, leading sector, wanarakuti PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolak ukur adanya pembangunan ekonomi di suatu daerah dan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Menurut Todaro (1998), pembangunan ekonomi merupakan suatu proses peralihan dari tingkat ekonomi yang sederhana menuju tingkat ekonomi yang lebih modern demi tercapainya suatu kesejahteraan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya sering timbul permasalahan yang berkaitan dengan tidak sesuainya kebijakan yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah dengan potensi sumber daya yang dimilikinya. Suatu daerah umumnya memiliki potensi yang berbeda dengan daerah lainnya karena adanya perbedaan