Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2013 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 19 Januari 2013 ISSN : 2302-3805 06-19 PENCACAH SEL DARAH MERAH MENGGUNAKAN METODE MORFOLOGI Ardy Erdiyanto 1) , Andi Sunyoto 2) 1) Mahasiswa Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta 2) Dosen STMIK AMIKOM Yogyakarta email : iderdiyanto@gmail.com 1) , andi@amikom.ac.id 2) Abstrak Requirement for automation in jobs and daily life now is more required. Automation gives the role particurarly in terms of time eficiency. One of the field that required the automation is in medical, especially for the blood cel analysis l.Discussion in this paper focused on the automation of red blood cell count,Today , there are manyred blood cell count with a manual . Calculation of the manual method has some weakness, like need extra time, poor on documentation, and not consistent about the result of calculation.The purpose of writing this paper is to design and build digital image processing application that serves to calculate the number of red blood cells, and is expected to have a small error rate. Image processing operations to be used in applications is the morphological operations, which are quite effective in getting the shape features of an object. To know the reliability of applications, testing was conducted with ten images of red blood cell with its own characteristics. Kata kunci : digital image processing, red blood cell, morphological operation 1. Pendahuluan Penelitian dibidang bioinformatika di Indonesia tergolong masih sedikit, salah satunya penelitian pada otomatisasi peralatan laboraturium. Sebagai contoh, seperti pada pemeriksaan laboratorik, fungsi dari pemeriksaan ini adalah menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif beberapa bahan seperti urin, sumsum tulang, tinja, sel darah dan beberapa cairan tubuh lainnya. Lebih khusus lagi untuk pemeriksaan laboratorik terhadap sel darah atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah uji hematologi. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang selanjutnya digunakan untuk uji penyaringan seperti membantu menetapkan diagnosis, membuat diagnosis banding, memantau perjalanan penyakit, dll. Misal pengujian dilakukan untuk mengetahui berapa jumlah sel darah merah pasien, dari hasil pengujian tersebut selanjutnya dapat ditentukan apakah pasien mengalami kelainan darah, seperti anemia. Saat ini, dalam penghitungan sel darah masih banyak digunakan cara konvensional atau manual menggunakan preparat. Dengan cara konvensional seperti itu tentunya terdapat beberapa kelemahan, analisis yang dilakukan oleh dokter menggunakan preparat mungkin saja berbeda antara dokter yang satu dengan dokter yang lain. Ketelitian dan tingkat konsentrasi dokter sangat menentukan hasil akhir analisis. Selain itu dengan cara konvensional atau manual memerlukan waktu yang lebih lama dan tidak menghasilkan bukti citra, sehingga tidak ada dokumentasi citra sel darah yand sedang diamati. Permasalahan diatas perlu dibuat suatu sistem yang dapat menghitung jumlah sel darah pada suatu citra secara cepat dan terautomatisasi, sehingga diperoleh bukti dan hasil yang akurat. Dalam penelitian ini akan lebih dispesifikkan dalam merancang dan membangun sebuah sistem aplikasi untuk penghitung sel darah merah. 2. Tinjauan Pustaka 2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah (eritrosit) adalah jenis sel darah merah yang paling banyak jumlahnya dan berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kepingan sel darah ini memiliki diameter sekitar 6-8 m dan ketebalan 2 m, lebih kecil daripada sel - sel darah yang lain. Pada bagian dalam sel darah merah terdapat hemoglobin, yaitu sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen juga memberikan warna merah.Gambar 1 adalah salah satu bentuk sel darah merah. Hemoglobin mengambil oksigen dari paru - paru, setelah itu oksigen akan dilepaskan saat sel darah merah melewati pembuluh darah. Di dalam tubuh sel darah merah di produksi di sumsum tulang belakang, dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik, dan hanya aktif selama 120 hari setelah itu akan dihancurkan [1].