Jurnal PENA Vol.33 No.1 Edisi Maret 2019 37 EFEKTIVITAS INFUSA RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA MENCIT Swiss webster YANG DIINDUKSI DENGAN ALOKSAN Anita Mursiany Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Pekalongan Email : anita.mursiany@gmail.com ABSTRACT Diabetes mellitus is a dessease that can be suffered by all age. Besides that this dessease can be effect for the other organ. Corn hair is a waste that if not processed it can cause the occurrence of decay. Best on the last research corn hair contain flavonoid compounds which can use for antidiabetic. This research for knowing how the effectivity infusa of corn hair (Zea mays L.) for antidiabetic drug in mice. This research is experimental research for know the effectivity and comparison of dosage giving infusa of corn hair in Swiss webster mice. In this research use alloxan for induction of diabetes mellitus, acarbose for control positive and aquadest for control negative. Infusa of corn hair dose which give is 0,52 g/kgBB; 1,04 g/kgBB and 2,08 g/kgBB. The result of this research shows that infusa of corn hair can reduce blood sugar levels in Swiss webster mice. Dose infusa of corn hair 1,04 g/kgBB is the effective dosage compared with dosage 0,52 g/kgBB and 2,08 g/kgBB. Keywords : alloxan, antidiabetic, infusa of corn hair. PENDAHULUAN Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang dapat diderita oleh semua kalangan usia. Gejala yang akan ditimbulkan antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan bahkan adapula yang harus sampai diamputasi karena telah mengalami pembusukan pada organ tubuh tertentu (Dalimartha dan Andrian, 2012). Aloksan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menginduksi binatang percobaan untuk menghasilkan kondisi diabetik eksperimental (hiperglikemik) secara cepat. Aloksan dapat menyebabkan Diabetes melitus tergantung insulin pada binatang tersebut dengan karakteristik mirip dengan Diabetes melitus tipe 1 pada manusia (Yuriska, 2009). Quersetin adalah senyawa kelompok flavonol terbesar yaitu dalam jumlah sekitar 60-75% dari flavonoid. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Agestia, (2009) quersetin memiliki efek sebagai antioksidan. Antioksidan dapat merangsang perbaikan sel-sel yang rusak didalam tubuh dengan menstabilkan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif. Berkurangnya stres oksidatif dapat mengurangi terjadinya resistensi insulin terhadap gula, sehingga mencegah disfungsi sel β-pankreas (Koloay, 2015). Hasil pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan bahwa Quersetin dapat memperbaiki degenerasi selsel beta pankreas dan mengurangi stres oksidatif (Pinent et al., 2008).