C.12. Perilaku mulur (creep) polipropilen (Iman Mujiarto, dkk.) ISBN 978-602-99334-1-3 C.64 PERILAKU MULUR (CREEP) POLIPROPILEN DENGAN PERUBAHAN TEGANGAN DAN TEMPERATUR Iman Mujiarto *1) , Bayuseno AP 2) . Jamari 2) 1) Jurusan Teknika STIMART AMNI Jl. Soekarno Hatta 180 Semarang 2) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP *) E-mail: imnmu@yahoo.com Abstrak Pada beberapa sektor industri, ada beberapa metode pengujian yang dipakai untuk mengetahui ketangguhan suatu material. Pengujian mekanik yang lazim dilakukan adalah uji tarik, kekerasan, impak, creep, dan uji fatik. Penelitian pengujian mulur ini menggunakan bahan dari jenis polimer termoplastik, yaitu polipropilen. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perilaku creep dari bahan yang akan diuji. Bahan uji mengalami tegangan tetap pada temperatur tertentu, sementara regangan berubah terhadap waktu. Urutan proses pengujian mulur: (1) Memasang beban yang direncanakan pada penggantung beban, (2) Memasang spesimen pada dudukan dan pemanas dihidupkan. Setelah diperoleh temperatur yang konstan, baru diberi beban selama kurun waktu 10.000 detik, (3) Pemberian beban yaitu 1 lb (0,46 kg), 1,5 lb (0,68 kg), 2 lb (0,91 kg). Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa (1) Bahan Polipropilen mengalami gejala mulur bilamana mendapat aksi tegangan pada suhu tertentu. Dengan variabel beban tegangan dan suhu operasi, pada beban tegangan tetap bila suhu meningkat maka gejala mulur bahan akan lebih besar dan pada suhu tetap bila beban tegangan bertambah maka gejala mulur bahan akan lebih besar. (2) Hasil penelitian adanya kemiripan arah kurva creep dengan studi yang telah dilaksanakan oleh Crawford (2002), Martin J. D., et al. (2002), Ben D. B., et al. (2007) dan Siljana L., et al. (2007 Kata Kunci : Mulur, Tegangan, Temperatur, Termoplastik, Polipropilen. PENDAHULUAN Dalam bidang rekayasa (engineering) adalah sangat penting bilamana perkiraan hasil pengujian jangka panjang dapat dilakukan melalui pengujian jangka pendek. Sementara itu untuk bidang polimer, hal yang paling penting adalah pengujian viskoelastisnya (Brostow, et al. 1999). Alasan pengujian ini untuk mengevaluasi kinerja pengujian jangka panjang dan kehandalan bahan polimer yang pada saat ini masih banyak belum dilakukan (Brostow, 2000). Kegagalan material dapat terjadi antara lain akibat kelelahan (fatigue), deformasi plastis, patah statik, korosi, mulur (creep) atau karena efek relaksasi. Pengujian mekanik yang lazim dilakukan adalah uji tarik, kekerasan, impak, creep, dan uji fatik. Hasil pengujian tidak digunakan untuk meneliti keadaan cacat tetapi ditujukan untuk mengetahui kualitas produk sesuai spesifikasi standar. Pada penelitian ini dilakukan pengujian mulur menggunakan bahan dari jenis polimer termoplastik, yaitu polipropilen. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perilaku creep dari bahan yang akan diuji. Bahan uji mengalami tegangan tetap pada temperatur tertentu, sementara regangan berubah terhadap waktu. Informasi tentang perilaku creep pada bahan ini sangat penting untuk menentukan umur suatu rancangan produk atau konstruksi bila mendapat tegangan (beban) tetap, meskipun pada temperatur kamar. Dengan analisa ini diharapkan dapat diambil suatu kesimpulan pengaruh tegangan maupun temperatur terhadap regangan pada suatu rancangan produk atau konstruksi. Creep (Mulur) Sifat mekanik polimer sangat bergantung pada waktu dan temperatur, selanjutnya respon terhadap tegangan dapat bersifat viskos dan elastis. Respon viskoelastis menjadi lebih jelas dalam kondisi suhu tinggi dengan pemberian beban secara terus-menerus dan tingkat tegangan yang tinggi (Severino, et al. 2007). Pada perilaku viskoelastis, regangan total terdiri dari komponen elastis linier (sesuai Hooke) dan komponen viskos linier (sesuai Newton). Rasio tegangan-regangan bergantung pada waktu (Smallman, 2006). Pada temperatur yang relatif tinggi, creep terjadi pada semua level tegangan, tetapi pada temperatur tertentu laju creep bertambah dengan meningkatnya tegangan. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)