Journal of Telenursing (JOTING) Volume 5, Nomor 1, Januari-Juni 2023 e-ISSN: 2684-8988 p-ISSN: 2684-8996 DOI : https://doi.org/10.31539/joting.v5i1.4757 133 STRATEGI PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK BALITA Endang Maryanti 1 , Indah Anggraini 2 , Sri Lasmawanti 3 , Fahmashufyani 4 , Muhammad Crystandy 5 Institut Kesehatan Helvetia Medan 1,2,3,4,5 endangmaryanti58@gmail.com 1 ABSTRAK Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi kesehatan terhadap partisipasi masyarakat dalam pencegahan diare pada anak balita di wilayah kerja puskesmas Tomuan Siantar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross- sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p advokasi adalah sebesar 0,001, dukungan sosial p = 0,008 dan pemberdayaan masyarakat p = 0,005. Simpulan, ada pengaruh advokasi, dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat terhadap partisipasi masyarakat dalam pencegahan diare pada anak balita di wilayah kerja puskesmas Tomuan. Kata Kunci: Balita, Pencegahan Diare, Strategi Promosi ABSTRACT This study aims to determine the health promotion strategy for community participation in preventing diarrhea in children under five in the working area of the Tomuan Siantar Public Health Center. The method used is quantitative observational with a cross-sectional approach. The results showed that the value of p advocacy was 0.001, social support was p = 0.008, and community empowerment was p = 0.005. In conclusion, advocacy, social support, and community empowerment influence community participation in preventing diarrhea in children under five in the working area of the Tomuan Health Center. Keywords: Toddlers, Prevention of Diarrhea, Promotion Strategy PENDAHULUAN Sanitasi yang tidak baik dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Sanitasi sering ditemukan di makanan dan sumber air yang terkontaminasi. Penyakit diare atau gastroenteritis adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (>3 kali per hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair), dengan atau tanpa darah atau lendir. Rotavirus merupakan penyebab utama diare dengan dehidrasi berat pada anak dibawah 5 tahun di seluruh dunia (Arbobi et al., 2018). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menemukan bahwa telah terjadi 74 kasus kematian neonatal sebesar 6,23 per 1000 kelahiran hidup dan 116 kematian post neonatal sebesar 9.78 per 1000 kelahiran hidup. Target Indonesia (RPJMN 2024) Angka Kematian Neonatal (AKN) yaitu 10 per 100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Balita (AKB) yaitu 16/100.000 kelahiran hidup. Target Pembangunan