PENGARUH MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK DI KOTA TANGERANG Andi Kusuma Negara¹ , Hendra Galuh Febrianto² , Amalia Indah Fitriana³ Universitas Muhammadiyah Tangerang andikasumanegara75@umt.ac.id¹ hendra@umt.ac.id² amalia@umt.ac.id³ Abstract Efforts by the Tangerang City Government to improve accountability and approval of the administration of government were quite successful. This study analyzes the motivational factors of public service and perceived organizational support that support the improvement of the performance of community organizations in the city of Tangerang. The tendency of motivation for public services and organizational support that is felt can support organizational performance improvement. In order to analyze these factors, a research model was developed which was developed from the literature review. This model has two hypotheses with three variables: public service motivation, perceived organizational support and organizational performance. Data analysis of 115 people who have been permanent employees of the government in Tangerang City was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) as an analytical tool using the LISREL 8.8 program. The results of this study are the motivation of public services that are significant for the performance of public sector organizations in the city of Tangerang. Perception of Organizational Support has a significant effect on the performance of public sector organizations in Tangerang City. Keywords: Public Service Motivation, Perceived Organizational Support and Organizational Performance 1. PENDAHULUAN Organisasi sektor publik adalah bagian dari sistem ekonomi negara yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan publik. Institusi pemerintah, partai politik, sekolah, rumah sakit adalah organisasi sektor publik (Nordiawan, 2009). Layanan kepada masyarakat adalah fokus utama organisasi sektor publik. Kinerja organisasi sektor publik dipertanyakan karena banyaknya keluhan dan kritikan dari masyarakat berkaitan dengan buruknya kualitas kinerja organisasi sektor publik. Fenomena tidak efektifnya kinerja organisasi sektor publik berhubungan dengan pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat seperti penyimpangan dalam ketidakpastian waktu layanan, biaya, pungutan liar, dan pengabaian hak dan martabat masyarakat. Birokrasi pelayanan publik di Indonesia masih lekat dengan stigma negatif yang terkesan lamban, inefisien, inefektif serta identik dengan penyakit yang merugikan kepentingan masyarakat. Citra yang berkembang di masyarakat adalah birokrasi pemerintah masih kaku dan tidak responsif terhadap kebutuhan warga pengguna layanan (Dwianto, 2012). Pegawai Negeri Sipil merupakan penyelenggara pemerintahan yang menjadi penentu dari kinerja dari instansi dimana mereka bekerja. Komalasari (2012) menyatakan bahwa jika diamati lebih detail dari sudut tujuan pelaksanaan pelayanan sektor publik, fenomena yang terbentuk dimasyarakat menunjukan kinerja sektor publik yang jauh menurun. Kinerja