Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi 12 (3) (2009) : 88 – 92 88 ISSN: 1410-8917 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi 12 (3) (2009): 1 – 5 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Journal of Scientific and Applied Chemistry Journal homepage: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ksa Sintesis Emulsifier Ester Sukrosa Asam Lemak (FACE) Dari Minyak Jagung Menggunakan Na 2 CO 3 Ardhita Niken Destiana a , Ismiyarto a* , Ngadiwiyana a a Organic Chemistry Laboratory, Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275 * Corresponding author: ismiyarto@live.undip.ac.id Article Info Abstract Keywords: Corn oil, transesterification reaction, sucrose fatty acid ester, emulsifier A synthesis of fatty acid sucrose ester (FACE) emulsifiers from corn oil using Na2CO3 has been conducted. The FACE synthesis was performed by refluxing method using fatty acid methyl ester (FAME), sucrose, methanol solvent and Na2CO3 catalyst with variation of catalyst weight ratio to FAME were 1.5%, 3%, 4.5%, 6% and 7.5 %. The FACE optimum condition occurred in the Na2CO3 weight ratio of 6% with degree of transesterification was 1,169 and emulsion time of 347.47 sec. The GC-MS analysis result on FAME showed the composition of major compound of FAME was linoleic acid methyl ester, oleic acid methyl ester, palmitic acid methyl ester and methyl ester of stearic acid. The amount of catalysts affected the resulting FACE Abstrak Kata kunci: minyak jagung, reaksi transesterifikasi, ester asam lemak sukrosa, emulsifier Telah dilakukan penelitian sintesis emulsifier ester sukrosa asam lemak (FACE) dari minyak jagung menggunakan Na2CO3. Sintesis FACE dilakukan dengan metode refluks menggunakan metil ester asam lemak (FAME), sukrosa, pelarut metanol, dan katalis Na2CO3 dengan variasi rasio berat katalis terhadap FAME 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, dan 7,5%. Kondisi optimum FACE terjadi pada FACE dengan rasio berat Na2CO3 6% dengan derajat transesterifikasi 1,169 dan waktu pecah emulsi 347,47 detik. Hasil analisis GC-MS pada FAME menunjukkan komposisi senyawa mayor penyusun FAME adalah metil ester asam linoleat, metil ester asam oleat, metil ester asam palmitat, dan metil ester asam stearat. Banyaknya katalis mempengaruhi FACE yang dihasilkan. 1. Pendahuluan Tanaman jagung (Zea mays L) di Indonesia merupakan tanaman pangan yang penting setelah padi dan terdapat hampir di seluruh kepulauan Indonesia [1]. Dewasa ini, proporsi penggunaan jagung sebagai bahan pangan cenderung menurun, tetapi meningkat sebagai pakan ternak dan bahan baku industri, salah satunya minyak jagung [2]. Minyak jagung diperoleh dengan jalan mengekstrak bagian lembaga. Sistem ekstraksi yang digunakan biasanya sistem press (pressing) atau kombinasi sistem press dan ekstraksi (pressing and solvent extraction). Minyak jagung merupakan trigliserida yang disusun oleh gliserol dan asam-asam lemak. Persentase trigliserida sekitar 98,6%, sedangkan sisanya merupakan bahan non minyak, seperti abu, zat warna atau lilin. Asam lemak yang menyusun minyak jagung terdiri dari asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Jumlah asam lemak jenuh dalam minyak jagung sekitar 13%, yaitu 10% asam palmitat dan 3% asam stearat. Sedangkan golongan asam lemak tak jenuh yang menyusun trigliserida minyak jagung sekitar 86% yang terdiri dari 30% asam oleat dan 56% asam linoleat [1]. Asam-asam lemak tersebut sangat berpotensi untuk diubah menjadi senyawa metil ester asam lemak (Fatty Acid Methyl Ester (FAME)) yang memiliki banyak peranan dalam berbagai macam industri, misalnya