Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2014 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 8 Februari 2014 ISSN : 2302-3805 3.03-37 EVALUASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN IMPLEMENTASI SIPKD STUDI KASUS DI PEMERINTAH KABUPATAN TANA TORAJA Muhammad Sofwan 1) , Wing Wahyu Winarno 2) , Warsun Najib 3) 1). 2). 3) Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Jl Grafika Kompleks Teknika UGM, Sleman, Yogyakarta 55281 Email : sovant.muhammad@gmail.com 1) , maswing@gmail.com 2) , warsun@ugm.ac.id 3) Abstrak Sistem informasi pengelolaan keuanngan daerah (SIPKD) merupakan sistem yang mengintegrasikan fungsi bisnis di seluruh organisasi dalam manajemen keuangan daerah seperti perencanaan, penganggaran, penatausahaan dan pertanggung-jawaban [1]. Selama kegiatan implementasi di 171 Pemerintah Daerah, banyak dinamika yang terjadi dan berdampak pada lambatnya adopsi sistem di daerah basis implementasi (DBI) SIPKD [2]. Penelitian ini menguji secara empiris faktor penentu kesuksesan implementasi sistem di Pemerintah Kabupaten Tana Toraja sebagai DBI yang telah sukses mengadopsi sistem SIPKD. Faktor-faktor kunci yang di masukan dalam model penelitian diadopsi dari model critical success factors (CSFs) implementasi Enterprise Systems. Hasilnya ditemukan bahwa dukungan manajemen puncak dan program pelatihan yang memadai merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan implementasi. Hasil lainnya, moderasi budaya organisasi dengan dukungan manajemen puncak, komunikasi yang luas dan program manajemen proyek juga ditemukan berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan implementasi SIPKD. Kata kunci: Sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, SIPKD, critical success factors, Enterprise Systems, e-government. 1. Pendahuluan Sistem informasi pengelolaan keuangan daerah (SIPKD) adalah paket sistem informasi yang mengintegrasikan fungsi bisnis manajemen keuangan daerah di organisasi Pemerintahan Daerah, yang berfungsi sebagai alat bantu instansi tersebut untuk meningkatkan efisiensi penerapan berbagai regulasi bidang manajemen keuangan daerahnya dengan asas efisien, efektif, akuntabel dan auditabel [3]. Sistem SIPKD diimplementasikan di 171 Pemerintah Daerah sebagai daerah basis implementasi (DBI) yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas, tertib administrasi serta mempercepat proses bisnis [2]. Namun pada prosesnya, banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan implementasi yang terkadang merupakan masalah yang mengakibatkan implementasi di berbagai DBI tidak berjalan maksimal atau justru menemui kegagalan [2]. Seperti ERP, implementasi SIPKD cenderung berbeda dengan implementasi sistem informasi tradisional namun mempunyai persamaan dengan implementasi Enterprise Systems secara ruang lingkup, skala proyek, kompleksitas, biaya implementasi, kebutuhan untuk rekayasa proses bisnis dan alokasi sumber daya yang sangat besar, yang terkadang membuat proses implementasi menjadi sangat kompleks, memakan waktu dan biaya yang tinggi serta tingkat resiko yang besar. Di jelaskan oleh Davenport [4], proyek implementasi Enterprise Systems merupakan urusan masif dan mahal, karena sebagaian besar waktu dan sumber daya perusahaan digunakan untuk mengadopsi sistem tersebut. Telah banyak diketahui, bahwa kegagalan proyek implementasi sistem ERP dapat berujung pada kebangkrutan organisasi [5, 6]. Berdasarkan latar belakag tersebut, banyak penelitian di bidang sistem informasi yang mempelajari dan mengidentifikasi faktor- faktor penting dalam kesuksesan implementasi ERP. Berkaca dari kasus ERP, besarnya sumber daya, biaya dan resiko dalam mengadopsi sistem tersebut, pihak yang berkepentingan tentunya perlu memfokuskan perhatian pada pencapaian implementasi yang optimal dan pengaruh faktor-faktor penentu kesuksesan implementasi sistem tersebut. Penelitian ini mempelajari faktor-faktor penentu kesuksesan implementasi ERP dan mengadopsinya kedalam studi empiris implementasi SIPKD di Pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Pertama-tama, penelitian ini mempelajari model tentang pengukuran faktor penentu kesuksesan implementasi ERP yang diusulakan oleh Nah et al. [5], dan kemudian mengadopsinya kedalam penelitian implementasi sistem SIPKD. Objek penelitian Pemerintah Kabupaten Tana Toraja di pilih karena instansi tersebut secara kategori dianggap DBI yang telah sukses mengadopsi sistem SIPKD [2]. Penelitian ini diharapankan dapat memberi sebuah gambaran atau studi literatur tentang implementasi sistem SIPKD dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesannya dalam mengadopsi sistem SIPKD di Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, serta memberikan wawasan dan sedikit pedoman kepada Pemerintah Daerah lain untuk memusatkan perhatiannya kepada faktor-faktor penentu kesuksesan tersebut.