Jurnal Kajian Manajemen dan Wirausaha Volume 3 Nomor 1 2021 e-ISSN: 2655-6499 DOI: http://dx.doi.org/10.24036/jkmw02114630 Pengaruh kepemilikan manajerial, board size, dividen masa lalu dan kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dina Patrisia 1* , Hannafika Ihsan 1 1 Jurusan Manajemen, Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia Abstract This study aims to analyze the effect of managerial ownership, board size, investment opportunities and investment opportunities on dividend policy with proxy payout ratio (DPR), dividend per shares (DPS) and dividend yield (DY) on manufacturing companies listed on the IDX. This research is classified as causative research. The population in this study were all Manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2018. The sampling technique in this study is using purposive sampling technique with a total sample of 231 companies a year. The data used are secondary data obtained from www.idx.co.id and Indonesia Capital Market Directory. Data analysis method used is multiple regression. The results of multiple regression tests show that past dividends have a positive effect on dividend policy with all dividend policy proxies, subsequently investment opportunities have a positive effect on dividend policy with proxies from the DPR and DPS. While other variables do not affect dividend policy. Keywords: Dividend policy, managerial ownership, board size, past dividends, investment opportunities How to cite: Patrisia & Ihsan. (2021). Pengaruh kepemilikan manajerial, board size, dividen masa lalu dan kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Jurnal Kajian Manajemen dan Wirausaha, 3 (1), 43-53. https://dx.doi. org/10.24036/jkmw02114630 This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2021 by author. * Corresponding author: patrisiadina@yahoo.com PENDAHULUAN Saham merupakan salah satu instrumen yang terdapat dalam pasar modal. Saham dapat didefinisikan sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan individu maupun institusi dalam perusahaan (Asiri et al., 2018). Salah satu keuntungan yang didapatkan investor saham ialah dividen. Dividen adalah laba bersih yang didistribusikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen (Jaara et al., 2018). Kebijakan yang digunakan untuk menentukan besarnya pembagian dividen kepada pemegang saham disebut dengan kebijakan dividen. Kebijakan dividen terkait dengan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham dan/atau menahan laba perusahaan untuk memenuhi kebutuhan investasi dimasa mendatang (Jaara et al., 2018). Manajemen perusahaan pada umumnya lebih memilih menahan laba bagi pelunasan utang dan melakukan investasi. Sedangkan pemegang saham lebih menyukai dividen dalam jumlah yang besar dari investasi sahamnya (Ismail, 2016). Perbedaan preferensi ini dinyatakan oleh teori keagenan sebagai konflik kepentingan antara prinsipal (pemegang saham) dan agen (manajemen) yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Penelitian terdahulu yang mengkaji anteseden dari kebijakan dividen seperti penelitian Uwalomwa et al. (2015), Basri & Majid (2016), Jayanti & Puspitasari (2017), Odeleye & John (2017), Hadamean & Ratmono (2018) serta Pangomo & Pangestuti (2018), menemukan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan dari kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen. Sedangkan Sari dan Budiasih (2016) dan Rahayu & Ruslliati (2019) menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.