Jurnal Energi Elektrik Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021 22 P ISSN 2303- 1360 E ISSN 2622- 2639 ANALISA SETTING KOORDINASI PROTEKSI OVER CURRENT RELAY PADA JARINGAN DISTRIBUSI DI PT. PLN (PERSERO) ULP PANGKALAN BRANDAN Elvi Idriana, Raihan Putri, Selamat Meliala, Dedi Fariadi Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, 24352, Aceh Utara, Indonesia. Email: selamat.meliala@unimal.ac.id Abstrak - Dalam kehidupan manusia energi listrik adalah kebutuhan primer yang sangatlah penting. Dalam pendistribusian tenaga listrik adapun gangguan baik di dalam sistem maupun diluar jaringan distribusi, salah satunya adalah hubung singkat yang dapat mengakibatkan kerusakan sistem pada peralatan distribusi dan beban listrik. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang lebih untuk melindungi kerugian yang disebabkan adanya gangguan hubung singkat yang terjadi pada sistem jaringan distribusi tenaga listrik. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menggunakan perangkat proteksi relai arus lebih. Adapun metode penelitian ini untuk meningkatkan koordinasi relai arus lebih yaitu dengan menggunakan simulasi pada softwareETAPuntuk memulai koordinasi relai yaitu dengan pembuatan single line diagram, penentuan penempatan relai sesuai waktu kerja, penentuan tahap waktu kerja relai, nilai arus yang terhubung yaitu hubung singkat tiga fasa dan dua fasa pada bus yang terdekat dengan relai dan parameter nilai lainnya untuk perhitungan setting koordinasi relai sesuai dengan karakteristiknya.Arus gangguan hubung singkat terbesar pada bus 2 sebesar 6.130 A dan arus gangguan terkecil pada bus 46 sebesar 1.565 A. Hasil perhitungan setting relai pada bus 3 adalah Ip = 0,147125 A dan TMS = 1,02 s, pada bus 7 yaitu Ip = 0,1056 A dan TMS = 0,78 s, pada bus 17 yaitu Ip = 0,0671 A dan TMS = 0,64 s, pada bus 34 yaitu Ip = 0,0363 A dan TMS = 0,481 s, dan pada bus 46 yaitu Ip = 0,0044 A dan TMS = 0,282 s.Hasil analisa dalam pengujian terhadap beberapa skenario sumber gangguan pada bus 3, 7, 17, 34, 46 dapat dilihat dari circuit breaker bekerja secara berurutan dari sumber gangguan.Dari pengujian simulasi kurva dapat dilihat waktu relai bekerja sesuai arus gangguan, semakin besar arus gangguan maka waktu relai bekerja akan semakin cepat. Ini menunjukkan bahwa penyetelan relai sudah berjalan dengan baik dan tidak tumpang tindih antar relai yang lainnya. Kata kunci: Koordinasi Proteksi, Relai Arus Lebih, ETAP I. PENDAHULUAN Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang sangat penting untuk memudahkan menyelesaikan pekerjaan baik dalam rumah tangga maupun industri, untuk itu dalam menyuplai listrik ke berbagai jaringan distribusi baik beban dalam rumah tangga maupun industri kecil dan besar harus berjalan dengan baik untuk meminimalisir timbulnya kerguian akibat adanya gangguan. Adapun terdapat gangguan - gangguan yang terjadi pada jaringan distribusi baik internal maupun eksternal, salah satunya hubung singkat yang bisa menyebabkan kerusakan sistem pada peralatan distribusi maupun pada beban – beban listrik. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang lebih untuk melindungi kerugian akibat adanya gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik[1]. Solusinya yaitu dengan memasang alat proteksi relay arus lebih (OCR) yang dapat mengatasi dan mengisolir secepat mungkin daerah yang terdampak gangguan hubung singkat tersebut. Perangkat proteksi harus memiliki selektivitas, sensitivitas, realibilitas dan kecepatan yang baik. Dalam pengaturan setting koordinasi arus lebih dibutuhkan software ETAP Power Station 12.6.0. Untuk memulai koordinasi relay yaitu dengan penentuan waktu kerja, penentuan tempat relay, nilai hubung singkat dan parameter nilai untuk menghitung setting relay [2]. Software ETAP ini digunakan untuk memudahkan dalam merancang dan menghitung nilai setting yang diinginkan pada sebuah jaringan distribusi besar. Untuk itu diperlukan penelitian perencanaan proteksi arus lebih pada jaringan distribusi PT. PLN (Persero) ULP Pangkalan Brandan 20 KV. Hasil penelitian ini diharapkan penulis mendapatkan pengetahuan tentang penentuan parameter setting relay yang sesuai dengan karakteristiknya dan handal dalam menangani gangguanmenjadi penyebab umur trafo menjadi lebih pendek [6][7] sehingga dibutuhkan analisis dan perhitungan yang dilakukan agar mengetahui susut umur trafo yang dipengaruhi oleh pembebanan dan suhu lingkungan. PT. PJB UBJ O&M PLMG Arun merupakan suatu pembangkit listrik yang berkapasitas 184 MW dan menyuplay daya listrik di kota lhokseumawe dan sekitarnya. Sementara itu peningkatan pemakaian daya listrik semakin tahunnya semakin meningkatsehingga pengaruh pembebanan transformator daya juga menjadi permasalahan dalam masa penggunaan transformator tersebut.