Wanda Hamidah, Sulis Mariyanti, Veronica Kristiyanti Vol 3 No 2 (E-ISSN 2797-2127) Agustus - November 2023 1 | Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang KEPUASAN PERNIKAHAN DEWASA AWAL DITINJAU DARI KEKUATAN KOMITMEN PERNIKAHAN Wanda Hamidah 1 hamidahwanda93@gmail.com Sulis Mariyanti 2 Veronica Kristiyanti 3 1,2,3 Fakultas Psikologi, Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No. 9 Tol Tomang Kebon Jeruk, Jakarta Barat – 11510 Abstrak. Dalam setiap pernikahan, semua pasangan berharap dapat menjalani pernikahannya dengan langgeng, bahagia, saling mengasihi dan memuaskan. Namun demikian, seiring perjalanan waktu pernikahan, ada beberapa pasangan yang merasakan pernikahannya hambar, tidak memuaskan, bahkan tidak mampu menyelesaikan konflik antar pasangan hingga berakhir dengan peceraian Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan adalah kekuatan komitmen pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komitmen pernikahan terhadap kepuasan pernikahan pada dewasa awal. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan kausalitas, menggunakan non-probability sampling dengann jenis purposive sampling yang melibatkan 100 responden dewasa awal. Alat ukur menggunakan skala komitmen pernikahan berjumlah 24 aitem valid dengan reliabilitas (a)=0,925 dan kepuasan pernikahan berjumlah 28 aitem valid dengan reliabilitas ( a)= 0,995. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana diketahui bahwa terdapat pengaruh komitmen pernikahan terhadap kepuasan pernikahan pada individu dewasa awal dengan nilai sig. (p) = 0,000; (p) ˂0,05 artinya, hipotesis diterima. Komitmen pernikahan berkontribusi sebesar 41,5% terhadap kepuasan pernikahan, sedangkan sisanya 58,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa lebih banyak responden yang merasa puas terhadap pernikahannya (56%) dan juga lebih banyak yang memiliki komitmen tinggi (51%). Kata Kunci: Komitmen pernikahan, kepuasan pernikahan, dewasa awal. Abstract. In every marriage, all couples hope to have a lasting, happy, loving and satisfying marriage. However, over the course of the marriage, there are some couples who feel their marriage is bland, unsatisfactory, and even unable to resolve the conflict between the partners, which ends in divorce. One of the factors that can affect marital satisfaction is the strength of the marriage commitment. The purpose of this study was to determine the effect of marital commitment on marital satisfaction in early adulthood. This research method is quantitative with a causality approach, using non-probability sampling with purposive sampling involving 100 early adult respondents. The measuring instrument used a marriage commitment scale with 24 valid items with reliability (a) = 0.925 and marital satisfaction totaling 28 valid items with reliability (a) = 0.995. Based on the results of the simple linear regression test, it is known that there is an effect of marital commitment on marital satisfaction in early adulthood individuals with a sig. (p) = 0.000; (p) ˂0.05 means, the hypothesis is accepted. Marital commitment contributed 41.5% to marital satisfaction, while the remaining 58.5% was influenced by other factors. In this study, it was found that more respondents were satisfied with their marriage (56%) and also more had high commitment (51%). Keywords: Marriage commitment, marital satisfaction, early adulthood.