Savana Cendana 8 (3) 66-78 (2023) Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering International Standard of Serial Number 2477-7927 R. Husen, et al / Savana Cendana 8 (3) 6678 66 Eksplorasi Jenis Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Pulau Tidore Rini Husen a , Ramli Hadun b dan Asias Salatalohy c a Fakultas Pertanian, Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara, Indonesia, b Fakultas Pertanian, Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara, Indonesia, c Fakultas Pertanian, Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara, Indonesia. *Correspondence: rinimhusen16@gmail.com Article Info Abstrak Article history: Received 11 Desember 2022 Received in revised form 22 Januari 2023 Accepted 07 Juli 2023 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Pulau Tidore dan mengetahui pemanfaatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi (survei) dengan desain penelitian adalah metode deskriptif dan prosedur pengumpulan data atau teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan Juni-Juli 2022 pada tujuh Kelurahan yaitu: Kelurahan Tomagoba, Soasio, Indonesiana, Gurabunga, Kalaodi, Doyado, dan Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 jenis produk HHBK di Pulau Tidore yang dibuat oleh pengrajin dan pengolah diantaranya: Kursi, Meja, Benang (pewarna alami), Atribut tarian tradisional, Gayung, Keranjang, Saloi, Nyiru (Susiru), Saringan (Aya- aya), Caping (Tolu), Keranjang kelapa (Bika), kotak makanan (Besek), Pot bunga, dan Kayu manis. Pemanfaatan jenis produk HHBK oleh pengrajin dan pengolah adalah sebagai mata pencaharian serta untuk kebutuhan sehari-hari berupa produk kerajinan dan produk pengolahan minuman dengan bentuk pemanfaatan berbeda- beda yang dapat digunakan oleh konsumen dan masyarakat. Pengrajin dan pengolah memerlukan wadah dan perhatian khusus dari pemerintah untuk menyalurkan, mendukung dan mempromosikan hasil produk yang mereka ciptakan terutama produk dari HHBK di Pulau Tidore. DOI: https://doi.org/10.32938/sc.v8i03.1998 Keywords: Hasil Hutan Bukan Kayu pemanfaatan produk Pulau Tidore 1. Pendahuluan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) atau Non Tmber Forest Product (NTFP) memiliki nilai yang strategis. Purwoko et al (2014) mengatakan bahwa nilai ekonomi yang dihasilkan dari pemanfaatan HHBK jauh lebih besar dari kayu dan tidak menyebabkan kerusakan hutan, sehingga tidak akan mengakibatkan hilangnya fungsifungsi dan nilai jasa dari hutan. Melihat hal tersebut, maka HHBK sangat memberikan multiguna bagi masyarakat di Maluku Utara begitu besar dengan memanfaatkan hasil hutan sebagai produk telah membuktikan bahwa, olahan dari daerah Maluku Utara sangat baik dan dapat berkembang pesat salah satunya Pulau Tidore . Provinsi Maluku Utara merupakan kepulauan dengan potensi alam yang sangat mendukung terutama HHBK. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan dari HHBKadalah produk (bambu, rotan, maupun pewarna). Produk HHBK yang dimanfaatkan oleh pengrajin dan pengolah adalah dengan menjadikan HHBK kedalam produk baik dari bambu, rotan, daun woka, kayu manis, tumbuhan (pewarna), dan produk turunan lainnya. Pemanfaatan HHBK di Maluku Utara dapat dilakukan dengan banyak cara salah satunya dengan melestarikan serta, membudidayakan maupun mengolah hasihutan menjadi produk dari bambu, rotan dan lainnya. Pulau Tidore banyak dijumpai sebagai penghasil pemanfaatan produk HHBK oleh pengelola serta pengrajin. Namun, dibalik primadona hasil hutan bukan kayu yang begitu pesat sebagai produk dengan peluang yang besar kurang begitu diminati oleh sebagian masyarakat Pulau Tidore adanya produk selain daripada hasil hutan seperti: perabotan-perabotan plastik menjadikan produk hasil hutan bukan kayu begitu disampingkan. Jika pemanfaatan HHBK semakin berkurang maka, memiliki dampak terhadap masyarakat sekitar hutan serta pengelola dan pengrajin. Oleh karena itu untuk menguranginya yakni dengan cara memanfaatkan hasil hutan bukan kayu sebagai produk yang tentunya dapat melestarikan kembali hasil hutan dan memperkenalkan produk hasil hutan bukan kayu sebagai primadona. Dari latar belakang tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui jenis produk HHBK yang ada di Pulau Tidore. 2. Mengetahui pemanfaatan produk HHBK yang ada di Pulau Tidore. 2. Metode Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Tidore, Provinsi Maluku Utara dan telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 di tujuh kelurahan yang mewakili masing-masing Kecamatan yaitu: Kelurahan Tomagoba, Kelurahan Soasio, Kelurahan Indonesiana dan Kelurahan Gurabunga mewakili Kecamatan Tidore, Kelurahan Kalaodi dan Kelurahan Doyado mewakili Kecamatan Tidore Timur, dan Kelurahan Jaya mewakili Kecamatan Tidore Utara. Lokasi penelitian yang dipilih didasarkan atas beberapa pertimbangan yaitu lokasi ini merupakan daerah sentra produksi HHBK dan merupakan HHBK unggulan daerah serta pemanfaatan HHBK merupakan mata pencaharian pengrajin dan pengolah setempat. Desain Penelitian Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan data kemudian dianalisis sesuai dengan tujuan serta pertanyaan penelitian.