Jurnal Ilman, ISSN 2355-1488, Vol. 1, No. 1, Pebruari 2014 23 PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PENGGUNAAN INTSRUMEN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA PENGELOLAAN DANA BANTUAN GLOBAL FUND KOMPONEN AIDS PADA KEMENTERIAN KESEHATAN RI Nurlinda, Wardayani* Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan *email: cici_wardayani@yahoo.co.id ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara emphiris partisipasi penyusunan anggaran, penggunaan instrumen manajemen, berpengaruh terhadap kinerja pengelolan dana secara parsial dan simultan, dengan kualitas kinerja manajerial, sumber daya serta budaya organisasi sebagai variabel kontrol. Penelitian ini dilakukan pada Global Fund komponen AIDS di Departemen Kesehatan RI tahun 2010 dengan periode anggaran Ronde 4 Tahun 2005-2009. Teknik sampel menggunakan sensus terhadap 126 orang dari 19 Propinsi yang menerima bantuan hibah GF ATM Komponen AIDS Round 4 dan Principal Recipient (PR) Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen PP & PL), pengumpulan data menggunakan survey dengan kuisioner yang disebarkan pada 126 responden, penelitian diuji dengan pengujian asumsi klasik yang terditi dari (1) uji normalitas, (2) uji multikolinearitas, dan (3) uji heteroskedastisitas, sedangkan model analisis data menggunakan anlisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak partisipasi penyusunan anggaran, penggunaan instrumen manajemen, kualitas manajerial, sumber daya, budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengelolaan dana, sedangkan secara parsial penggunaan Instrumen Manajemen dan Kualitas Manajerial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengelolaan dana, sedangkan untuk variabel partisipasi penyusunan anggaran, sumber daya, budaya organisasi tidak berpegaruh signifikan terhadap kinerja pengelolaan dana. Kata kunci: Penyusunan anggaran, intsrumen manajemen, kinerja pengelolaan dana PENDAHULUAN Semakin banyaknya kasus penderita HIV/AIDS ditemukan di Sumatera Utara menuntut pembiayaan lebih dalam rangka penanggulangan penyebaran virus tersebut. Tapi hal ini belum terakomodir secara komprehensif dan berkesinambungan pada APBD maupun APBN. Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan membutuhkan pendanaan dari sumber lain. Maka hibah dari lembaga donor sangat dibutuhkan untuk mendukung program penanggulangan virus HIV-AIDS di Indonesia terutama di Provinsi Sumatera Utara. Masih terbatasnya dana APBN maupun APBD untuk pemberantasan penyakit HIV/AIDS sampai dengan saat ini mendorong pemerintah untuk