Perpustakaan Daerah Kabupaten Malang dengan Pendekatan Pencahayaan Alami Hanief Ariefman Sani 1 , Agung Murti Nugroho 2 , dan Indyah Martiningrum 3 1 Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 2 Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 3 Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya E-mail: hahanief.sani@gmail.com ABSTRAK Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan, membuat pembangunan dan pengembangan fasilitas pendidikan di Kota Malang menjadi keharusan. Salah satu fasilitas pendidikan yang akan dikembangkan di Kota Malang adalah perpustakaan. Perpustakaan adalah fasilitas dengan kebutuhan utama pada aspek pencahayaan. Kebutuhan pencahayaan pada perpustakaan sebaiknya tidak silau, tidak merusak koleksi dan memiliki kuat cahaya yang sesuai kebutuhan. Kini banyak perpustakaan yang menerapkan pencahayaan buatan untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan tersebut, yang berdampak pada konsumsi energi bangunan yang semakin besar. Indonesia sebagai Negara tropis yang kaya akan sinar matahari sepanjang tahun dapat memanfaatkan kekayaan tersebut sebagai sumber pencahayaan alami. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang lebih menekankan analisisnya pada proses analisis serta penyimpulan dengan menggunakan logika ilmiah. Desain perpustakaan ini menerapkan pencahayaan alami dengan mempertimbangkan kebutuhan pencahayaan perpustakaan berdasarkan aktivitas dan koleksi. Untuk mendapatkan cahaya yang maksimal dilakukan analisis kondisi pencahayaan pada tapak, kondisi pembayangan dan sudut jatuh matahari. Penerapan pencahayaan alami menyesuaikan sudut jatuh matahari dan waktu kebutuhan cahaya paling maksimal. Ruang dengan penggunaan pagi-sore menghadap ke arah cahaya seimbang pagi-sore. Ruang dengan penggunaan siang hari menghadap kearah cahaya cenderung siang hari. Untuk penyesuaian kebutuhan kuat cahaya, diterapkan selubung bangunan pada masing-masing sisi bangunan. Kata kunci: perpustakaan, pencahayaan alami ABSTRACT Malang city which is known as the city of education, making the construction and development of educational facilities in the city of Malang becomes imperative. One of the educational facilities will be developed in Malang is the library. Library is a facility with the primary requirement on aspects of lighting. Lighting needs in the library should be no glare, has no damage to the collection and has a strong of light as needed. Now many libraries implement artificial lighting to meet the needs of the lighting, which have an impact on the increases of building energy consumption. Indonesia as a tropical country that is rich in sunshine throughout the year can take advantage of the wealth as a source of natural lighting. The method used is more qualitative approach emphasizes the analysis of the process of analysis and inference using scientific logic. The library design applying natural lighting considering lighting needs based on activity and library collections. To obtain maximal lighting, analysis of lighting conditions, shadowing conditions and fall sun angles at the site is required. The application of natural lighting to adjust the angle of the sun and falls and the time of maximum light needs. Space with the use of the morning-afternoon facing a balanced light morning-afternoon. Space with the use of daylight facing towards the light tends