45 PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4 BENDUNGAN HILIR Indah Prima Yasa¹, Doddy Friestya A ², Vika Haristianti ³, Tita Cardiah 4 . Jurusan Desain Interior, Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom (Telkom University) ndhprima@gmail.com Abstrak Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan pusat aktivitas ekonomi di Indonesia. Beragam aktivitas bisnis yang ada di Jakarta, dan tentunya tidak terlepas dari aktivitas perkantoran, seperti yang terjadi dikawasan Sudirman Business District (CBD). Dengan frekuensi aktivitas bisnis di Sudirman yang cukup tinggi, maka berdampak langsung pada kawasan disekitarnya, yaitu Kawasan Bendungan Hilir. Dampak yang terlihat ditandai dengan bermunculannya bangunan perkantoran baru. Kawasan Bendungan Hilir juga didukung dengan berbagai aspek, seperti aspek aksesibilitas, aspek amenitas, dan aspek fasilitas yang mudah. Sehingga memiliki potensi yang besar untuk dijadikan alternatif lokasi tempat tinggal sementara untuk para pelaku bisnis yaitu hotel bisnis. Hotel bisnis yang dirancang membutuhkan fasilitas-fasilitas yang mampu mendukung berbagai aktivitas bisnis bagi tamu yang menginap, baik aktivitas bisnis formal maupun informal secara ideal. Tentunya mengingat lokasi hotel bisnis yang dirancang berada dikawasan perkotaan yang akrab dengan aktivitas yang padat dengan tingkat stress yang tinggi, maka konsep yang diaplikasikan tentunya sebagai solusi dari pemecahan masalah hal tersebut dengan cara mengaplikasikan “Jakarta’s Urban Leisure”, Urban atau yang lebih sering disebut dengan kaum urban adalah sebutan bagi para penghuni atau masyarakat perkotaan dengan segala macam aktivitas. Jadi tema ini merepresentatifkan tentang kehidupan Jakarta yang kompleks, serba cepat, dan praktis, dengan memaksukan beberapa unsur lokalitas Jakarta sesuai dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Bendungan Hilir, Hotel Bisnis,Aktivitas Bisnis,Urban I. PENDAHULUAN Aktivitas bisnis di Jakarta tidak lepas dari kawasan perkantoran, seperti dikawasan Sudirman Central Business District (CBD). Di kawasan Sudirman saat ini, terus bermunculan bangunan perkantoran baru, dikarenakan frekuensi transaksi bisnis yang cukup besar dan tinggi, sehingga berdampak pada wilayah disekitarnya, yaitu pada kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Dalam Perda Jakarta No. 1 tahun 2014 pasal 124 dituliskan bahwa lahan kawasan Bendungan Hilir (Benhil) sebagai pusat kegiatan tersier dengan fungsi pengembangan pusat perdagangan skala kota dan penunjang kegiatan perkantoran dan jasa. Dari aspek aksesibilitas kawasan Benhil mudah dijangkau karena lokasi yang startegis dekat dengan stasiun MRT, halte transjakarta dan mudah dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Sedangkan dari aspek amenitas kawasan Benhil merupakan kawasan perkantoran yang dekat dengan sejumlah pusat perbelanjaan dan juga beberapa daerah wisata. Dan dari aspek fasilitas kawasan Benhil didukung dengan adanya fasilitas umum berupa stasiun MRT, halte transjakarta, rumah sakit dan bank center yang menunjang kegiatan bisnis. Hotel Bisnis yang dirancang membutuhkan ruang-ruang ekslusif yang representatif untuk digunakan oleh pebisnis dan kalangan professional, melalui penyediaan area-area untuk kegiatan bisnis formal seperti ruang rapat, ruang pertemuan, dan kegiatan bisnis informal. Tentunya mengingat lokasi hotel bisnis tersebut berada di kawasan perkotaan , yang akrab dengan aktivitas yang padat dan