JURNAL EMPATI Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti Vol. 3 No. 1 April 2022 Hal 29-33 ISSN 2774-4442 (print) dan ISSN 2774-2296 (online) 29 Pembentukan Kader Kesehatan Remaja dan Peningkatan Pengetahuan tentang Menstrual Hygiene dengan Edukasi Pada Santriwati Establishment of Adolescent Health Cadres and Increasing Knowledge about Menstrual Hygiene with Education of Students Diah Astutiningrum 1* , Ernawati 2 , Eka Riyanti 3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Gombong, Indonesia *Corresponding author: diah.unimugo21@gmail.com ABSTRAK Kata Kunci: Pendidikan, Menstrual Hygiene, Pengetahuan Pada masa remaja terjadi proses pematangan organ reproduksi yang disebut dengan Pubertas, biasanya ditandai dengan terjadinya menstruasi. Saat menstruasi terjadi, pembuluh darah di rahim sangat rentan terhadap infeksi. Masih cukup banyak remaja yang tidak mengetahui masalah yang muncul akibat kebersihan menstruasi yang tidak tepat. Masalah kesehatan yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita sangat penting pada usia ini namun belum mendapat perhatian dan prioritas dari pihak pengelola pondok pesantren dan belum bekerjasama dengan pihak lain dalam menangani hal tersebut. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah mitra adalah dengan memberikan pendidikan kepada santri putri dan pengasuh ponpes. Tujuan: Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku santriwati tentang kebersihan menstruasi dan membentuk kelompok kader kesehatan remaja putri yang terdiri dari santri putri dan pengawas, bahkan diharapkan dapat dibentuk unit kesehatan di pondok pesantren. Metode: Metode pelaksanaan pendidikan ini adalah melalui ceramah, diskusi dan demonstrasi langsung selama tiga kali pertemuan dengan masing-masing pertemuan berlangsung selama dua jam. Ceramah menggunakan booklet, video dan display power point, sedangkan demonstrasi digunakan untuk mendemonstrasikan cara mengobati dan mencegah keluhan dismenore dengan mengajarkan latihan dismenore. Di akhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan menggunakan angket pengetahuan higiene menstruasi. Hasil: Partisipan berjumlah 40 mahasiswi, usia peserta pendidikan higiene menstruasi berkisar antara 10 tahun hingga 17 tahun. Dimana usia tersebut adalah usia sebelum menstruasi sampai dengan menstruasi. Hasil post test setelah pendidikan terbukti meningkat dibandingkan dengan hasil pre test Kesimpulan: Tingkat pengetahuan pada pre test sebagian besar dalam kategori cukup sebanyak 24 anak (60%) dan post test menunjukkan tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori cukup sebanyak 20 (50%) anak dan a kategori baik sebanyak 20 anak (50%). ABSTRACT Keywords: Education; Menstrual Hygiene; Knowledge During adolescence, there is a process of maturation of the reproductive organs called Puberty, usually marked by the occurrence of menstruation. When menstruation occurs, the blood vessels in the uterus are very susceptible to infection. There are still quite a lot of teenagers who do not know about the problems that arise due to improper menstrual hygiene. Health problems related to female reproductive organs are very important at this age but have not received the attention and priority of the boarding school administrators and have not collaborated with other parties in dealing with this. The solution offered to overcome the partner's problem is to provide education to female students and caregivers of Islamic boarding schools. Objective: This activity is expected to increase the knowledge and behavior of female students on menstrual hygiene and form a group of female adolescent health cadres consisting of female students and supervisors, and it is even hoped that a health unit can be formed in Islamic boarding schools. Methods: The method of implementing this education is through lectures, discussions and live demonstrations for three meetings with each meeting lasting two hours. Lectures use booklets, videos and power point displays, while demonstrations are used to demonstrate how to treat and prevent dysmenorrhea complaints by teaching dysmenorrhea exercises. At the end of the activity, an evaluation was carried out using a menstrual hygiene knowledge questionnaire. Results: The participants were 40 female students, the ages of the menstrual hygiene education