JURNAL LITBANG POLRI. ISSN: 1411-3813 E-ISSN: 2684-7191 1 | Jurnal Litbang Polri|Vol. 23|Nomor 1 UJI KLINIS TINGKAT STRES PERSONIL POLRI: PENGARUH HORMON STRES TERHADAP HALITOSIS YANG DISEBABKAN BAKTERI PATOGEN PERIODONTAL PADA ANGGOTA KORPS BRIMOB POLRI M. Asrul Aziz, Rike Rayanti Puslitbang Polri, RS Bhayangkra Tk. III Korbrimob Polri m.asrulaziz20@gmail.com, rikerayanti@yahoo.com Abstrak Profesi polisi merupakan salah satu profesi yang memiliki tingkat stres tinggi. Padahal, stres dapat menyebabkan tidak optimalnya kinerja personil Polri. Tulisan ini membahas indikator klinis dalam uji tingkat stres bagi personil Polri. Hal itu penting dibahas karena ketidaktepatan penggunaan indikator dalam uji klinis menyebabkan ketidaktepatan hasil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hormon stres terhadap halitosis yang disebabkan oleh bakteri patogen periodontal pada anggota Korps Brimob Polri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh hormone stress (yang diukur oleh kadar cortisol), terhadap halitosis (yang diukur oleh skor bau mulut), yang disebabkan oleh bakteri pathogen periodontal (yang diukur oleh jumlah bakteri p.Ginggivalis), hanya sebesar 4,673%. Artinya, untuk menguji tingkat stres anggota Brimob secara klinis, tidak cukup berdasarkan kadar cortisol, jumlah bakteri p.Gingivalis, dan skor halitosis. Karena itu, penting dimunculkan indikator klinis lain yang dapat digunakan sebagai pendukung indikator stres bagi personil Polri. Uji klinis dengan pembiayaan yang lebih mahal dapat dijadikan sebagai pembanding karena tidak ada peluang kebohongan. Namun, uji klinis ini perlu diteliti kembali dengan melibatkan subjek penelitian yang lebih besar dan dilakukan pada beberapa satker, tidak hanya Satker Korp Brimob saja. Untuk itu, Pusdokes Polri perlu membangun dan mengembangkan laboratorium klinis pengujian gangguan kejiwaan personil Polri, baik di Rumkit Bhayangkara Pusat maupun di kewilayahan. Dengan begitu, uji berkala gangguan kejiwaan personil Polri dapat dilakukan secara berkala secara efektif dan efisien, terutama bagi personil Polri yang bertugas di satker dengan tingkat kecelakaan kerja tinggi, misalnya Satker Brimob, Reskrim, Lalu Lintas, dan Sabhara. Kata Kunci: uji klinis tingkat stres, hormon stres, halitosis, bakteri patogen periodontal, Korps Brimob Polri Abstract The police profession is a profession that has a high stress level. In fact, stress can lead to suboptimal performance of the National Police personnel. This paper discusses clinical indicators in stress level testing for Polri personnel. It is important to discuss because inaccurate use of indicators in clinical trials results in inaccurate results. This study aims to determine the effect of stress hormones on halitosis caused by periodontal pathogenic bacteria in members of the Police Mobile Brigade Corps. The results of this study indicate that the influence of stress hormones (measured by cortisol levels), on halitosis (as measured by bad breath scores), which is caused by periodontal pathogenic bacteria (measured by the number of p.Ginggivalis bacteria), is only 4.673%. That is, to test the stress level of Brimob members clinically, it is not enough based on cortisol levels, the number of p.Gingivalis bacteria, and halitosis scores. Therefore, it is important to bring up other clinical indicators that can be used as supporting stress indicators for Polri personnel. Clinical trials with more expensive funding can be used as a comparison because there is no chance of lying. However, this clinical trial needs to be reexamined by involving larger research subjects and was carried out at several satker, not just the Brimob Corps Unit. For this reason, Pusdokes Polri needs to build and develop clinical laboratories testing psychiatric