Asosiasi Dosen PkM Indonesia (ADPI) 467 https://ejournal.adpi-indonesia.id/index.php/jsoshum Jurnal Abdimas ADPI Sosial Humaniora e-ISSN: 2775-6998 Volume 4 | Nomor 1 | Maret 2023; Hal 467-472 DOI: 10.47841/jsoshum.v4i1.268 Website: https://ejournal.adpi-indonesia.id/index.php/jsoshum/ Penerbit: Asosiasi Dosen PkM Indonesia Pengaruh Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Pelatihan Pengelasan Decky Antony Kifta 1) , Ambiyar 2) , Fahmi Rizal 3) 1 Fakultas Teknik, Universitas Ibnu Sina, Lubuk Baja, Pulau Batam 2,3 Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang, Air Tawar. Kota Padang Email korespodensi: deckyantoni@gmail.com Submit : 02/01/2023 | Accept : 29/032023 | Publish : 30/03/2023 Abstract The purpose of this research is to understand and obtain information regarding the competence of the students after experiencing learning method using Teaching Factory (TEFA) Learning Model. The research is performed at the welding vocational training center, ATS Training Center, located in Batam, Indonesia. Batam Island, located in vicinity with Singapore, is now considered as an industrial city where welding industry becomes one of promising professions. The training center was having more than 50 students and the class is divided into two groups (i.e., test group and control group). From the research it was obtained that the students with experiencing Teaching Factory learning model are more competent than the ones which are not using the learning model or those which are in controlled group. This research was using quasi experiment method with one- group pretest-posttest design. The researcher was using questionnaires and from the respondents’ surveys analysis, it is inferred that the level of competence of the TEFA students are with the score and N-Gain of 78.55% and 0.09 which are higher than controlled group. Keywords: Teaching Factory; Welding Industry; Competence; Promising Profession Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami informasi yang berhubungan dengan kompetensi dari peserta pelatihan yang mengalami model pembelajaran menggunakan metode Teaching Factory. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pelatihan Vokasi Pengelasan, ATS Training Centre yang berlokasi di Pulau Batam, Indonesia. Pulau Batam dengan lokasinya yang dekat dengan Negara Singapur dan Malaysia, dan dianggap sesuai untuk menjadi kota industri, dimana industri pengelasan menjadi salah satu profesi yang menjanjikan. Pusat pelatihan ini memiliki 50 orang peserta latihan dan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian dimana satu kelas menggunakan metode pembelajaran Teaching Factory dan satu bagian lagi sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain one-group pretest- posttest dalam pengolahan data dan mencapai kesimpulan. Peneliti menggunakan angket dan dari hasil analisis survey responden dan disimpulkan bahwa tingkat kompetensi peserta Latihan yang menggunakan metode pembelajaran TEFA mempunyai score dan nilai N-Gain sebesar 78,55% dan 0,09 dimana nilai-nilai ini lebih tinggi dari kelompok kontrol. Kata Kunci: Teaching Factory; Industri pengelasan; Kompetensi; Profesi Menjanjikan