Jurnal Natural https://doi.org/10.24815/jn.v17i1.6823 Vol.17, No.1, 2017 pISSN 1411-8513 eISSN 2541-4062 23 *Judul ini telah dipresentasikan pada Seminar Nasional: Indonesian Students Conference on Science and Mathematics (ISCSM) 11-12 November 2015, Banda Aceh Indonesia INHIBITION TEST OF METHANOL EXTRACT FROM SOURSOP LEAF (Annona muricata Linn.) AGAINST Streptococcus mutans BACTERIA * Raudhatul Jannah 1 , Muhammad Ali Husni 1 , Risa Nursanty 2* 1 Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Syiah Kuala 2 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Syiah Kuala *E-mail: risa_nursanty@unsyiah.ac.id Abstract. Dental caries is a disease with a high prevalence of caries in Indonesia is caused by the bacterium Streptococcus mutans. The leaves of the soursop (Annona muricata Linn.) is one of the herbs that can remove dental plaque. This study aims to determine the chemical content and measure the inhibitory antibacterial soursop leaft methanol extractin inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria. Phytochemical screening stated that the leaf of the soursop contains flavonoids, alkaloids, tannins, steroids, glycosides and saponins. Test of inhibition were measured using paper disc diffusion method with variation concentrations of 5, 10, 15 20, and 25%, positive control is tetrasilkin 30 μg, and a negative control is methanol. Antibacterial test results showed that the methanol extract of soursop leaves have antibacterial activity against Streptococcus mutans at concentrations of 5, 10, 15, 20 and 25% with inhibitory diameter of 9,1; 10,57; 11,53; 12,01 and 13,75 mm respectively. Keywords: Soursop leaves, Dental caries, Streptococcus mutans, Methanol. I PENDAHULUAN Masyarakat Indonesia sudah mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat, sebagai salah satu upaya penanggulangan masalah kesehatan. Penggunaan obat herbal cenderung meningkat dengan adanya pemikiran back to nature serta krisis berkepanjangan yang dapat mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat terhadap obat modern [1]. Tanaman herbal memiliki efek terapi, namun juga memiliki efek samping toksik, sehingga khasiat dan cara penggunaan perlu diketahui oleh masyarakat [2]. Salah satu tanaman herbal yang berkhasiat obat adalah sirsak (Annona muricata Linn). Sirsak dapat digunakan untuk pengobatan diantaranya untuk meningkatkan Air Susu Ibu (ASI) dan juga dapat mengobati penyakit kanker [3]. Masyarakat menggunakan air rebusan daun sirsak sebagai obat batuk, menghilangkan plak gigi, dan dapat juga digunakan sebagai obat terapi pada kaki bengkak dan peradangan. Tapal daun sirsak muda dapat digunakan untuk mengurangi rematik dan infeksi kulit lainnya seperti eksim [4]. Skrining fitokimia menyatakan bahwa daun sirsak mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, karbohidrat, glikosida, saponin, tanin, fitosterol, terpenoid dan protein [5]. Golongan senyawa kimia alkaloid, saponin dan tanin merupakan golongan senyawa kimia yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan dapat menyebabkan terjadinya lisis sel bakteri Supragingiva. Supragingiva disebabkan oleh akumulasi plak gigi karena kebersihan mulut yang buruk, kalkulus, iritasi mekanis, dan posisi gigi yang tidak teratur [6]. Karies pada gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang umum terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil survei Kesehatan Rumah Tangga. Departemen Kesehatan RI pada tahun 2004, prevalensi penyakit karies pada gigi mencapai 90,05%. Karies gigi merupakan penyakit gigi terlokalisir yang dapat merusak jaringan keras pada gigi, terbentuk dari akumulasi plak pada permukaan gigi dan aktifitas biomekanis dari kumpulan mikro kompleks. Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri patogen penyebab karies yang memiliki peran utama dalam terjadinya fermentasi karbohidrat yang menghasilkan asam, sehingga menyebabkan korosi pada enamel gigi [7]. Penelitian tentang daya antibakteri telah dilakukan oleh Jannata yang menyatakan bahwa ekstrak kulit apel manalagi mempunyai daya antibakteri terhadap Streptococcus mutans pada konsentrasi 25% [8]. Hasil penelitian Wisdom telah membuktikan bahwa daya antibakteri dari ekstrak metanol daun sirsak efektif menghambat bakteri Gram positif yaitu Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 400 mg/mL dengan diameter zona hambat masing-masing 19,5±0,5 dan 20,5±0,5 mm [9]. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan terhadap daya antibakteri