1 “INDENTIFIKASI RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR KABUPATEN TORAJA UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN ” Ega Londongallo 1 ) email: egalondongallo99@gmail.com Prof. Dr. Maxi Tendean, M.Si²) email: maxitendean@gmail.com Ir. Grace F.E. Suoth, M.Si 3 ) email: graceevangelinesuoth@gmail.com Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Manado Abstrak :Indonesia berada dalam ringfire/ ekouador dua zona pengunungan sirkum pasifik dan laut india akibatnya rawan terjadi bencana. Kabupaten Toraja Utara merupakan daerah yang rawan akan longsor dengan zona potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi, yang mengakibatkan kerusakan jalur trasportasi darat antar kecamatan terputus, kerusakan bangunan, hingga hilangnya korban jiwa sehingga fokus penelitian bertujuan untuk menentukan tingkat kerawanan bencana tanah longsor secara relatif di kecamatan yang ada di Toraja Utara serta memetakan kelas kerawanan longsor di Kabupaten Toraja Utara. Analisis diawali dengan menggunakan data hasil pembobotan dari penelitian sebelumnya lalu menggunakan teknik skoring pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil overlay peta menghasilkan peta kerawanan longsor secara relative berdasarkan data bobot peneliti sebelumnya dengan lima kelas kerawanan yaitu: sangat rendah seluas 58.049 Km 2 (50%), rendah seluas 118.087 Km 2 (11,18 %), sedang seluas 256.057 Km 2 (22.07 %), agak tinggi seluas 195.872 Km 2 (16.07%), sangat tinggi seluas 11.972 Km 2 (1.03%). Kata Kunci : Kerawanan, Longsor, Pemetaan Abstract: Indonesia is in the ringfire / ecouador of two mountainous zones of the circum pacific and Indian sea as a result of the catastrophe. North Toraja Regency is an area that is prone to landslides with a zone of potential for medium to high ground movement, which results in damage to land transportation routes between sub-districts being cut off, damage to buildings, to casualties so that the focus of the study aims to determine the relative level of landslide hazard in sub-districts exist in North Toraja and map landslide hazard classes in North Toraja Regency. The analysis begins with using weighted data from previous studies using scoring techniques on Geographical Information Systems (GIS). The results of the map overlay produce a relative hazard map based on the weight data of previous researchers with five hazard classes, namely: very low with an area of 58,049 km2 (50%), low area of 118,087 km2 (11.18%), medium area of 256,057 km2 (22.07%), rather a high area of 195,872 km2 (16.07%), very high an area of 11,972 km2 (1.03%). Keywords: Hazard, Landslide, Mapping.