SERBA-SERBI CETIK DI MASA BALI KUNO Apa itu cetik?. Cetik "Santet ala Bali Kuno" Bila masyarakat Bali mendengar kata cetik tentu sangat menakutkan dan ngeri, karena cetik bagi masyarakat Bali merupakan sebuah benda yang berbahaya, kerap disebut sebagai racun tradisional Bali, keberadaan cetik sudah ada sejak zaman dahulu, dengan adanya lontar yang mengungkap betapa berbahanya cetik. Masyarakat sangat takut terhadap cetik, karena cetik dianggap sebagai hal mistis berkaitan erat dengan guna – guna serta penyakit niskala. Cetik dibuat dengan memadukan bahan – bahan sekala yang menggunakan cara pengolahan secara niskala dengan proses pembuatan niskala disertai dengan japa mantra. (Ketut Suriasih (2021). Bila kena cetik jangan kebingungan karena masih bisa diobati dengan minyak cukli lungsir sebagai penawar cetik, serta mapinunas kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa pasti bisa disembuhkan yang penting mempunyai keyakinan, yakin dan percaya modal kesembuhan. Segala sesuatu bisa dikategorikan Cetik, sesuatu yang dimakan dapat meracuni tubuh manusia. Cetik adalah racun yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut dengan perantara makanan dan minuman, bahkan disertai mantra khusus. Atau suatu ramuan yang dihidupkan dengan kekuatan gaib. Cetik pada dasarnya adalah racun, tetapi racun ini bisa dikendalikan oleh orang-orang tertentu yang menguasai ilmu ini dengan mantra-mantra tertentu. Cara pembuatan cetik dan bahan nya cukup unik, yakni memadukan bahan (sekala) dan olah batin (niskala). Bahan Cetik bisa di antaranya dari tumbuhan seperti waluh, medang tiing. Juga dari binatang, seperti ikan tertentu yang hidup di laut,ikan buntek, binatang berbisa, yuyu gringsing. Selain itu, bahannya bisa dari benda atau logam, seperti kerikan gong atau gangsa, juga ada yang memakai organ manusia, seperti tulang manusia dan banyeh (air mayat) . Hal ini disebabkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat cetik adalah sangat berbahaya. Seperti serpihan kuningan yang memang dalam ilmu kimia merupakan bahan yang sangat berbahaya, binatang yang memiliki racun tertentu, medang (bulu halus pada bambu) dan masih banyak lagi bahan-bahan yang lainnya (Suyatra I Putu. 2018). Daftar cetik yang disajikan ini sifatnya hanya pengenalan dan menambah pengetahuan tentang cetik walaupun tak mendalam dan sangat dilarang untuk mempraktekkannya dalam kehidupan.