Komunikasi Dakwah di Pesantren Terpadu Lembaga Pemasyarakatan https://doi.org/10.25008/wartaiski.v2i02.33 Siti L. Latifah 1 , Yasyifa F. Nursyamsi 2 , Hari R. Hakim 3 , Emil Permanasari 4 , Uwes Fatoni 5 Program Pascasarjana Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Jl. A.H. Natusion No. 105, Bandung - Indonesia Email Korespondensi: lutfilatifahjaelani@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas komunikasi dakwah dengan segala permasalahan yang terjadi pada pesantren terpadu At-Taubah di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B, Cianjur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Temuan penelitian ini adalah pesantren di dalam lembaga pemasyarakatan berbeda dengan pesantren yang berada di luar lembaga pemasyarakatan. Pesantren yang berada di luar lembaga pemasyarakatan menjadi tempat untuk belajar ilmu- ilmu agama, sedangkan pesantren di dalam Lembaga Pemasyarakatan selain tempat belajar ilmu-ilmu agaman juga menjadi pusat penyadaran para Warga Binaan, sebutan lain dari penghuni Lembaga Pemasyarakatan yang sedang menjalani hukuman pidana. Kata Kunci : Komunikasi dakwah, Lembaga Pemasyarakatan, Pesantren, Warga binaan, Ilmu agama. Abstract The purpose of this study was to determine the activities of preaching communication with all the problems that occur in the integrated boarding school At-Taubah at Class II B Penitentiary, Cianjur. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques carried out through observation, interviews, documentation and literature study. The findings of this study are the pesantren inside the penitentiary are different from the pesantren that are outside the penitentiary. Pesantren outside prison are a place to study religious sciences, while pesantren inside Penitentiary in addition to places to study religious sciences are also a center for awareness of the Guided Residents, another term for prisoners who are serving criminal sentences. Keywords: Da'wah communication, Correctional Institutions, Islamic Boarding Schools, Guided Residents, Religious Sciences. I. PENDAHULUAN Dakwah merupakan tugas mulia yang diperintahkan Allah dalam Alquran dan As-Sunnah untuk umat muslim dan muslimat yang berakal dan baligh, serta bagi semua manusia yang mengaku menghambakan diri kepada Allah SWT. Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan dakwah. Seperti definisi dakwah Ahmad Ghalwuy bahwa dakwah adalah menyampaikan pesan Islam kepada manusia di setiap waktu dan tempat dengan metode-metode dan media-media yang sesuai dengan situasi dan kondisi para penerima pesan dakwah (khalayak dakwah)”. (Enjang dan Aliyudin,2009:8). Komunikasi pada dasarnya penyampaian pesan yang disengaja dari sumber terhadap penerima dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku pihak penerima (Miller, 1966). Komunikasi dakwah menyampaikan pesan-pesan keagamaan dalam berbagai tatanan agar jamaahnya terpanggil dan merasakan pentingnya nilai Islam dalam kehidupan, pada tatanan publik, dan memasyarakatkan nilai Islam diberbagai majelis, pesantren dan masjid (Ma’arif, 2009: 161). Komunikasi dakwah adalah proses penyampaian informasi atau pesan dari seseorang atau sekelompok orang kepada seseorang atau sekelompok orang lainnya yang bersumber dari Alquran dan Hadist dengan menggunakan lambang-lambang baik secara verbal maupun nonverbal dengan