Seminar Nasional Sistem Informasi 2020, 20 Oktober 2020 Fakultas Teknologi Informasi UNMER Malang Copyright © SENASIF 2020 ISSN: 2598-0076 PKM Peningkatan Produktivitas Peternak Lebah Madu Choirul Hana 1 , Riswan Eko Wahyu Susanto 2 , Rico Anggriawan 3 1 Akuntansi, Universitas Kahuripan Kediri. Jl. Soekarno Hatta No. 1 Kediri 2 Teknik Mesin, Polinema PSDKU Kediri. Jl. Mayor Bismo No. 27 Kediri 3 Peternakan, Universitas Kahuripan Kediri. Jl. Soekarno Hatta No. 1 Kediri e-mail: choirulhana@kahuripan.ac.id 1 , risone79@gmail.com 2 , rico_anggriawan@kahuripan.ac.id 3 ABSTRAK Madu adalah zat manis alami yang dihasilkan lebah dengan bahan baku nektar bunga. Di Kota Kediri, madu banyak dijual di toko, minimarket, supermarket, maupun apotik. Hampir semua supermarket dan Apotik di Kota Kediri menjual madu. Tetapi tidak semua produk madu yang dijual berasal dari Kota Kediri karena budidaya lebah madu lebih banyak dilakukan di bawah kaki Gunung salah satunya adalah Industri Rumah Tangga yang dijalankan oleh Bapak Bahrudin merupakan penjual sekaligus peternak lebah madu yang berlokasi di bawah kaki gunung wilis yaitu di Dsn. Mojosari - Ds. Ngepeh Kec. Loceret Kab. Nganjuk. Bapak Bahrudin memproduksi madu unggulanya yaitu Indah Madu. Proses pengolahan Madu ini dimulai ketika lebah madu siap panen. Kemudian dilakukan pemerasan sari madu menggunakan mesin pemeras dengan waktu 2 jam/16liter madu. Kemudian, ditampung ke dalam botol /jerigen untuk dikemas. Proses pemerasan dan penampungan sari madu biasanya dilakukan di kebun tempat dimana lebah madu diternak, sementara pengemasan madu dilakukan di rumah secara manual dengan waktu selama 12 jam/16liter madu. Setelah dilakukan pengemasan kemudian madu siap untuk dipasarkan. Kendala yang dialami oleh pengusaha madu ini adalah Pada saat musim penghujan madu yang dihasilkan menurun drastis karena tidak ada nektar bunga sehingga banyak koloni lebah madu yang tidak dapat bertahan hidup. Menurut pengalaman Bapak Bahrudin dari 80 kotak lebah madu yang dimiliki ketika musim hujan hanya mampu bertahan 10 kotak lebah madu. Sulit untuk menembus toko, minimarket, supermarket maupun apotik karena sebelum dipasarkan harus diberi label sedangkan untuk pemesanan label harus ke luar kota dan membutuhkan waktu lama untuk sampai di pengusaha madu padahal apabila madu dijual dalam kemasan botol dan diberi label memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding dijual per jerigen. Besarnya biaya perawatan lebah madu yang dikeluarkan pada saat musim hujan membuat peternak lebah madu memerlukan penambahan modal, sering kali peternak lebah madu menjual asset pribadi untuk menutupi biaya perawatan. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut diatas, kami akan memberikan solusi dengan metode pelaksanaan sebagai berikut: 1) Pendampingan budidaya ratu lebah dan management ternak 2) Pendampingan penyusunan laporan keuangan dan management keuangan 3) Pendampingan dan penerapan mesin pencetak label kemasan. Hasil yang dicapai setelah pelaksanaan kegiatan tersebut adalah 1) Dapat melakukan budidaya ratu lebah 2) Dapat menyusun laporan keuangan 4) Dapat membuat label kemasan. Dari pelaksanaan pengabdian tersebut luaran kegiatan yang akan dicapai adalah adalah publikasi di jurnal nasional ber ISSN, Artikel di Jurnal nasional ber ISSN, video pelaksanaan yang dapat diakses di youtube, publikasi di media cetak, buku referensi dan karya seni terapan . Kata Kunci: Teknologi, Budidaya, Modal, Peternak, Lebah. ABSTRACT Honey is a naturally sweet substance produced by bees from flower nectar. In Kota Kediri, honey is mostly sold in shops, minimarkets, supermarkets and pharmacies. Almost all supermarkets and pharmacies in Kediri City sell honey. But not all of the honey products sold come from Kediri because honey bee cultivation is mostly carried out under the foot of the mountain, one of which is the Home Industry which is run by Mr. Bahrudin, who is a seller as well as a honey bee breeder located at the foot of Mount Wilis, namely in Dsn. Mojosari - Ds. Ngepeh - Kec. Loceret - Kab. Nganjuk. Mr. Bahrudin produces his superior honey, namely Indah Madu. This honey processing process begins when the honey bees are ready to harvest. Then do the honey extract using a squeezer machine for 2 hours / 16 liters of honey. Then, they are accommodated in bottles / jerry cans to be packed. The process of squeezing and collecting honey extract is usually carried out in the garden where the honey bees are raised, while the honey packaging is done manually at home for 12 hours / 16 liters of honey. After packaging, the honey is ready to be marketed. The obstacle experienced by this honey entrepreneur is that during the rainy season the honey produced decreases drastically because there is no 2170