p-ISSN 1410-5659 e-ISSN 2621-5144 Jurnal Ilmu Ternak, Juni 2019, 19(1):36-44 Published by Fakultas Peternakan UNPAD DOI: 10.24198/jit.v19i1.20012 Unpad Press Available online at http://jurnal.unpad.ac.id/jurnalilmuternak 36 Penggunaan ampas sagu fermentasi sebagai pakan ayam kampung super fase starter Roki Rianza 1a , Denny Rusmana 2 , Wiwin Tanwiriah 2 1 PT. Charoen Pokphand, Breeding Farm, Subang 2 Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran a email: rokirianzacp1@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi, pertambahan berat badan, dan konversi ransum ayam kampung super yang diberi ampas sagu fermentasi. Ampas sagu fermentasi (ASF) dapat digunakan sebagai pakan alternatif unggas sekaligus sumber energi, hal ini terlihat dari kandungan energi metabolis ampas sagu mencapai 2340 Kkal/Kg, protein kasar 3,40%, dan serat kasar 11,61%. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Ransum perlakuan yang digunakan yaitu T0= (0% ASF), T1= (10% ASF), T2= (20% ASF) T3= (30% ASF), Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Peubah yang dimati adalah konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan konversi ransum. Hasil dari penelitian terdapat konsumsi, dan pertambahan berat badan T3 (30% ASF), T2 (20% ASF), T1 (10% ASF) nyata lebih tinggi dari perlakuan T0 (0% ASF). Hasil rataan konversi ransum terendah terdapat pada perlakuan T1 yaitu 2,40. Kesimpulan bahwa ampas sagu fermentasi (ASF) bisa digunakan pada ransum ayam kampung super sampai taraf 30%. Kata kunci: ampas sagu, aspergillus niger, ayam kampung super The use of fermented sago pulp as feed for the starter phase super native chicken Abstract The purpose of this study was to determine consumtion, weight gain, and conversion of super- native chicken rations feed with fermented sago pulp. Fermented sago pulp (ASF) can be used as an alternative feed for poultry as well as an energy source, this can be seen from the metabolic content of sago pulp reaching 2340 Kcal/Kg, crude protein 3.40%, and crude fiber 11.61%. The research method used is an experiment with a completely randomized design. The treatment ration used was T0 = (0% ASF), T1 = (10% ASF), T2 = (20% ASF) T3 = (30% ASF), Each treatment was repeated five times. Variables observed were ration consumption, weight gain, and ration conversion. The results of the study there were consumption, weight gain T3 (30% ASF), T2 (20% ASF), and T1 (10% ASF) significantly higher than treatment T0 (0% ASF). The lowest avarage ration conversion results are found in treatment T1 which is 2,40. The conclusion that fermented sago pulp (ASF) can be used in super native chicken rations to the level of 30%. Keyword: sago pulp, aspergillus niger, super native chicken Pendahuluan Indonesia tumbuh subur sumber pangan yang kaya akan sumber nutrien. Salah satu sumber pangan yang harus dipersiapkan adalah produk daging dari ternak ayam, selain harganya bisa cukup relatif murah dan terjangkau semua kalangan ekonomi, disisi lain merupakan sumber protein hewani yang bermanfaat untuk kecerdasan masyarakat. Industri ternak ayam komersial saat ini memonopoli dan terus berekspansi di Indonesia, hal ini mempersulit peternak skala kecil untuk bersaing dengan perkembangan industri tersebut. Ayam kampung yang kita kenal mempunyai produksi daging dan telur masih dibawah rata-rata ayam ras petelur maupun pedaging, tetapi mempunyai ketahanan tubuh yang lebih kuat dan rasa daging yang masih banyak disukai masyarakat. Ayam kampung secara peforma masih bisa diperbaiki secara genetik serta sangat