TK - 004 I SSN : 2407 – 1846 e-ISSN : 2460 – 8416 Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2015 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 17 November 2015 1 Website : jurnal.ftumj.ac.id/index.php/semnastek PEMANFAATAN MINYAK BIJI KAPUK (Ceiba Pentandra) MENJADI METHIL ESTER DENGAN PROSES ESTERIFIKASI TRANSESTERIFIKASI Shela Niken Wijayanti 1* , Tri Yuni Hendrawati 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta 2 Dosen Jurusan Teknik Kimia, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat 10510 * sheilanikend@rocketmail.com ABSTRAK Kapuk randu atau kapuk (Ceiba Pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Kata "kapuk" atau "kapok" juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Daerah penghasil kapuk di Indonesia meliputi daerah DI.Aceh, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai salah satu bahan baku oleokimia dan bahan bakar alternatif yang dikenal sebagai biodiesel. Pemanfaatan minyak biji kapuk sebagai bahan baku untuk memproduksi methil ester sebagai topik dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik metil ester dari minyak biji kapuk dan mendapatkan proses terbaik. Metode yang digunakan adalah penelitian di Laboratorium Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UMJ. Penelitian ini meliputi dua tahapan dimana Tahapan satu yang dilakukan mereaksikan minyak biji kapuk dengan katalis H2SO4 (esterifikasi) kemudian tahapan kedua yang dilakukan untuk mendapatkan methil ester yaitu dengan mereaksikan minyak biji kapuk dan metanol (transesterifikasi) dengan katalis KOH (1% dari volume methil ester hasil esterifikasi) dengan variabel jumlah metanol sebesar 10%, 20%, dan 30% dari volume hasil esterifikasi dengan waktu reaksi 1 Jam, 1.5 jam , dan 2 jam pada suhu 70°C. Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut yaitu (1)Bahan baku minyak biji kapuk mengandung zat pengotor dan asam lemak bebas tinggi sebesar 8,63% maka diperlukan proses degumming dan esterifikasi. (2)Pengolahan minyak biji kapuk menjadi methil ester sebagai salah satu bahan bakar alternatif biodiesel dan bahan oleochemical. (3)Kondisi proses terbaik adalah pada katalis 1% dan waktu 1.5 jam dengan jumlah metanol 30% yakni dengan rendemen 96,69 % ; angka asam 0,2998 ; bilangan penyabunan 203,93. Kata Kunci : Methil ester, Minyak Biji kapuk, Esterifikasi, Transesterifikasi ABSTRACT Kapok or cotton ( Ceiba pentandra ) is a tropical tree belonging to the order malvales and family Malvaceae ( previously grouped into separate family Bombacaceae ) , comes from the northern part of South America , Central America and the Caribbean . The word " cotton " or " cured " is also used to refer to fibers produced from the seeds . The tree is also known as the Java cotton or Java kapok , or silk - cotton tree . Cotton producing areas in Indonesia covers an area DI.Aceh , Jambi , West Java , Central Java , East Java and North Sumatra. Fatty Acid Methyl Ester (FAME) as one of the oleochemical raw materials and alternative fuel known as biodiesel. Utilization of cotton seed oil as raw material to produce methyl ester as a topic of study. The purpose of this research is to get the methyl ester characteristics of kapuk seed oil and get the best process. The method used is research in the Laboratory of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UMJ. This study includes two phases where Phase one conducted reacting kapuk seed oil with H2SO4 catalyst and then the second stage is done to obtain methyl esters is by reacting kapuk seed oil and methanol with KOH catalyst (1% of the volume of methyl ester result of esterification) with a variable number methanol at 10%, 20%, and 30% of the volume of esterification with a reaction time of 1 hour, 1.5 hours, and 2 hours at 70 ° C. Based on the results obtained from the research can be drawn some conclusions as follows: (1) raw material cotton seed oil contains impurities and high free fatty acid of 8.63% will require degumming process and esterification. (2) Processing of cotton seed oil into methyl ester as one of the alternative fuels biodiesel and oleochemical ingredients. (3) The best process conditions is the catalyst