Jurnal SainHealth Vol. 4 No. 2 Edisi September 2020
© Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo
p-ISSN : 2548-8333
e-ISSN : 2549-2586
21
PEMANFAATAN EKSTRAK BUNGA SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) SEBAGAI
ALTERNATIF PEWARNA ALAMI SEDIAAN SITOLOGI PENGGANTI EOSIN
PADA PENGECATAN DIFF-QUICK
Lukmatul Mutoharoh
1)
, Setyo Dwi Santoso
1)
, Andita Ayu Mandasari
1,2)
1)
Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan, UMAHA
2)
Penulis korespondensi, Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medik,
Fakultas Ilmu Kesehatan, UMAHA
e-mail : andita_ayu_mandasari@dosen.umaha.ac.id
ABSTRAK
Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan tanaman semak kelompok Malvaceae yang
berasal dari Asia Timur dan banyak dimanfaatkan sebagai pagar hidup maupun tanaman hias di
daerah subtropis dan tropis. Bunga sepatu dulu banyak digunakan sebagai pewarna alami untuk
makanan. Bunga sepatu mengandung pigmen warna antosianin. Pemanfaatan antosianin telah banyak
dilakukankan salah satunya pewarna produk makanan maupun minuman. Pewarna alami antosianin
semakin banyak diminati karena dapat mengurangi penggunaan pewarna sintetik yang memiliki sifat
toksik serta tidak ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan
ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) sebagai pewarna alami pengganti eosin pada
pengecatan diff quik. Sampel yang digunaakan untuk membuat sediaan sitologi berasal dari kerokan
mukosa bukal. Bagian kelopak bunga sepatu yang diambil dan dikeringakan, kemudian diekstrak
dengan pelarut etanol 96%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sediaan yang dapat terwarnai
dengan baik pada konsentrasi ekstrak 0,5 gr/ml yang ditambahkan HCl 1% dengan waktu
perendaman 30 menit. Serta pada konsntrasi ektrak 0,7 gr/ml dengan waktu perendaman 15 menit sel
dapat terwarnai dengan cukup baik.
Kata kunci : Hibiscus Rosa sinensis L, sediaan sitologi, pengecatan diff quik.
PENDAHULUAN
Sitologi merupakan salah satu bidang
yang berkaitan dengan ilmu yang mempelajari
tentang morfologi sel – sel secara individual
atau sel yang berasal dari fragmen jaringan
yang diamati secara mikroskropis. Diagnostik
atau sitologi klinis merupakan studi tentang
penilaian normal maupun tidaknya dari sel
yang diperoleh dari berbagai situs tubuh
(deteksi karakteristik morfologi abnormal yang
dipisahkan dari tubuh manusia). Sediaan
sitologi dapat dibuat dari berbagai sumber
dalam tubuh (urin, puting, dahak, vagina, sinus,
dll), kerokan diperoleh (mukosa bukal,
lambung, saluran pernapasan), dan dari cairan
yang terkumpul di dalam tubuh (pleura,
peritoneal, perikardial) bahkan dari aspirasi
benjolan tubuh yang terlihat atau teraba
(Khristian & Inderiati, 2017).
Benar atau tidaknya suatu diagnosis
tergantung pada kualitas sediaan sitologi yang
dihasilkan. Untuk menghasilkan sediaan sitologi
yang baik maka kualitas persiapan materi untuk
dijadikan sediaan wajib diketahui dengan benar.
Akurasi pemeriksaan sitologi dari bagian –
bagian tubuh sangat tergantung pada kualitas
sediaan, persiapan, pengecatan dan interpretasi
dari sediaan itu (Khristian & Inderiati, 2017).
Salah satu teknik pengecatan dalam
sitologi adalah pengecatan dengan metode diff
quik. Pengecatan diff quik ialah turunan
pewarnaan Romanowsky yang digunakan untuk
mewarnai sel yang berasal dari sampel non-
ginekologi dan darah, termasuk FNAB (Fine