Vol. 13. No. 01, Januari 2022: 35-40 http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jte p-ISSN: 20869479 e-ISSN: 2621-8534 Jurnal Teknologi Elektro, Vol. 13. No. 01, Januari 2022 35 Rancang Bangun Alat Infrared Theraphy Berbasis STM 32 Untuk Deteksi Nyeri Otot Achmad Fiqhi Ibadillah, Riza Alfita * , Rosida Vivin Nahari, Kunto Aji Wibisono, Hendra Wahyu Aprilyanto Teknik Elektro, Universitas Trunojoyo Madura *riza.alfita@trunojoyo.ac.id Abstrak- Tangan adalah salah satu bagian tubuh manusia yang sering digunakan. Aktivitas berlebihan bisa menjadikan otot pada tubuh manusia mengalami kelelahan sehingga mengakibatkan nyeri. Penyembuhan nyeri otot bisa dilakukan menggunakan salah satu alat medis yaitu therapy infrared. Terapi infrared adalah penyinaran lampu pijar inframerah ke bagian tubuh yang menembus bagian kulit sehingga dapat melancarkan peredaran darah. Penggunaan metode VAS sebagai nilai indikator tingkat nyeri. Metode ini dilakukan dengan uji coba ke pasien di RSUD Jombang. Penelitian ini dilakukan dengan 3 percobaan yaitu pasien diminta untuk melakukan handgrip 10, 20 dan 30 kali, dan masing-masing akan diukur tegangan sensor ototnya baik sesudah disinari infrared maupun sebelum disinari, sehingga dihasilkan data sebagai berikut : jika memakai 10 handgrip terjadi penurunan tegangan otot dari 250,784 mV menjadi 240,833 mV, jika pasien memakai 20 handgrip dihasilkan penurunan tegangan otot dari 255,375 mV menjadi 246,94 mV dan percobaan memakai 30 handgrip dihasilkan penurunan tegangan dari 278,026 mV menjadi 264,566 mV, sehingga terdapat hasil yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyinaran inframerah Kata Kunci Nyeri, Therapy Infrared, Metode VAS, Sensor Otot V3. DOI: 10.22441/jte.2022.v13i1.007 I. PENDAHULUAN Peningkatan status ekonomi masyarakat akan diimbangi oleh, kemajuan di bidang medis, dan perkembangan sarana komunikasi dalam masyarakat modern, gangguan muskuloskeletal meningkat karena kebiasaan pribadi yang buruk, termasuk pekerjaan berat, kurang olahraga, dan stres. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang terbatas pada bagian tubuh dengan efek emosional dan fisik[1],[2]. Jenis nyeri bermacam-macam yang terdiri dari nyeri akut oleh trauma hingga nyeri kronis struktural [3]. Nyeri stres disebabkan oleh stress bekerja dan bekerja berlebihan, oleh karena itu diperlukan pendekatan terapeutik yang berbeda-beda tergantung tingkat stressnya[4],[5]. Untuk gelombang ultrasonic diketahui lebih berguna untuk pasien nyeri punggung bawah daripada terus menerus diberikan reverse wave karena tidak memiliki efek termal, seiring meningkatnya minat terhadap kesehatan, banyak perangkat medis digunakan untuk perlakuan[6],[7],[8]. Terapi fisik dapat mengobati penyakit dan meningkatkan kehidupan dengan menggunakan fenomena fisik yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, diantara adalah jenis terapi fisik, terapi inframerah menggunakan perangkat elektromagnetik, aktivitas itu yang membuat masing- masing individu terkadang lupa untuk menjaga kesehatan sehingga tubuh menjadi kelelahan, hal tersebut dikarenakan kehilangan sebagian efisiensi dan penurunan tingkat kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. Penyakit yang diakibatkan oleh kelelahan biasanya adalah nyeri[9],[10],[11]. Nyeri merupakan gejala yang sering timbul dari suatu penyakit. Namun saat ini hanya rumah sakit besar yang memiliki alat terapi, meskipun banyak masyarakat yang membutuhkannya. Tangan merupakan salah satu objek yang sering digunakan untuk melakukan sesuatu kegiatan sehingga sering dijumpai nyeri pada tangan[12],[13]. Alat medis yang sering atau banyak digunakan di rumah sakit yang ada di Indonesia adalah alat terapi yang menggunakan arus listrik. Salah satu contoh alat medis tersebut adalah alat terapi sinar inframerah. Sensor otot digunakan sebagai pendeteksi tegangan pada otot agar proses terapi lebih tepat dosisnya[14]. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan membuat infrared theraphy yang digunakan untuk menganalisis tegangan otot pasien baik sesudah maupun sebelum terapi sehingga dapat diketahui efek dari penyinaran yang sudah dilakukan kepada pasien II. PENELITIAN TERKAIT Terapi terdapat beberapa jenis, namun terapi yang sering digunakan adalah terapi sinar inframerah, terapi inframerah memanfaatkan radiasi dari gelombang elektromagnetik yang dipancarkan[15],[16],[17],[18]. Terapi sinar inframerah merupakan salah satu metode untuk menghilangkan rasa pegal- pegal dan nyeri pada otot. Agar mendapatkan hasil penyembuhan maksimal, wajib ada ketepatan pemilihan dosis, frekuensi, lama waktu terapi, dan pelaksaan terapi secara rutin. Penelitian yang dilakukan oleh Karyan Su & Wai Leng Lee (2020) dengan judul Fourier Transform Infrared Spectroscopy as a Cancer Screening and Diagnostic tool : A review and Prospects menjelaskan bahwa teknologi infrared dalam screening dan diagnosis berbagai penyakit mulai dikembangkan karena penggunaan infrared lebih sederhana, cepat, akurat, murah dan cocok untuk otomasi berbagai keluhan pasien. Analisis spektroskopi infrared ekstraseluler vesikel merupakan teknik yang dimanfaatkan untuk aplikasi biomedis. Penelitian ini, membahas aplikasi klinis potensial dari analisis spektroskopi infrared transformasi Fourier menggunakan berbagai jenis bahan biologis untuk kanker.[19] Penelitian oleh Malika Ibrahim Quali (2019) dengan judul Recent Advances on Metal-Based Near-Infrared and Infrared Emitting OLEDs dalam penelitiannya mengemukakan bahwa pengembangan OLED saat ini masih terhambat karena adanya molekul yang komplek dan tidak sesuai dengan desain proses