JURNAL KAJIAN BISNIS Vol. 22 No. 1 JANUARI 2014 21 -JU PENDAHULUAN Sumber daya manusia (SDM) merupakan tulang punggung dalam menjalankan roda kegiatan operasional suatu perusahaan. Masalah sumber daya manusia masih menjadi sorotan utama bagi setiap perusahaan untuk tetap bertahan di era global. SDM mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan perusahaan, untuk itu harus disiapkan secara maksimal. Kemampuan SDM yang telah dimiliki oleh perusahaan harus terus diasah melalui suatu pelatihan, kompetensi dan disiplin agar dalam perusahaan mempunyai komitmen untuk terus meningkatkan kinerjanya dan mampu menciptakan kualitas. Mathis dan Jackson (2006) mengatakan bahwa kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak Titik Nurbiyati Kunto Wibisono Abstract This study aims to analyze the influence of organizational commitment indicated by the affective, normative and continuous commitment on employees performance, that is intervened by work discipline. Sampling methods uses census which results in 154 final samples. Instrument validity was measured using pearson product moment correlation, while its reliability was measured using cronbach alpha. Data were analyzed using multiple regression and path analysis. The results show that the affective, normative and continuous commitment positively affect employees’ performance and work discipline, either partially or simultaneously. Meanwhile, work discipline positively affect on employees’ performance. It is ultimately found that the indirect effect of commitment on the performance through the work discipline is greater than the direct effect of commitment on the performance. Keywords: commitment (affective, normative, continuous), discipline and employee performance mereka memberi kontribusi kepada organisasi antara lain termasuk kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran di tempat kerja dan sikap kooperatif. Hasil penelitian Setyaningdyah et al.,(2013) menyatakan bahwa disiplin dan komitmen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Komitmen organisasi adalah tingkat sampai dimana seorang karyawan yakin dan menerima tujuan organisasional, serta berkeinginan untuk tinggal bersama organisasi tersebut. Berbagai studi penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang relatif puas dengan pekerjaannya akan sedikit lebih berkomitmen terhadap organisasi. Komitmen menurut Mayer dan Allen (1997) dibagi menjadi tiga komponen, yaitu komitmen afektif, kontinyu dan normatif. JURNAL KAJIAN BISNIS VOL. 22, NO. 1, 2014, 21 - 37